KUD Makmur Jaya Mitra Binaan Wilmar Group Raih Sertifikat ISPO

0
Direktur Lembaga Sertifikasi PT Mutu Indonesia Strategis Berkelanjutan (LS-MISB), Rismansyah Danasaputra menyerahkan sertifikasi ISPO kepada Sekretaris KUD Makmur Jaya, Suhartono di kantor LSISPO-MISB, Grha BUN Jalan Ciputat Raya No. 7 Pondok Pinang Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (30/4).

Lembaga Sertifikasi Mutu Indonesia Strategis Berkelanjutan (LS-MISB) menyerahkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) kepada KUD Makmur Jaya.

Penyerahan sertifikasi ini membuktikan bahwa KUD Makmur Jaya telah memenuhi prinsip dan kriteria koperasi perkebunan yang berkelanjutan.

Adapun KUD Makmur Jaya yang berlokasi di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara ini merupakan mitra dari PT Sinar Perdana Caraka-Wilmar Group.

Penyerahan sertifikasi dilakukan Direktur Lembaga Sertifikasi ISPO, Rismansyah Danasaputra kepada Sekretaris KUD Makmur Jaya, Suhartono di kantor LSISPO-MISB, Grha BUN Jalan Ciputat Raya No. 7 Pondok Pinang Jakarta Selatan, Selasa (30/4).

Menurut Rismansyah, sedikitnya ada tiga tujuan sertifikasi ISPO, yakni, pertama, memastikan dan meningkatkan pengelolaan serta pengembangan perkebunan sawit sesuai prinsip dan kriteria ISPO. Kedua, meningkatkan penerimaan dan daya saing hasil perkebunan sawit di pasar nasional dan internasional.

“Dan yang ketiga, meningkatkan upaya percepatan penurunan emisi gas rumah kaca sebagai upaya dari kebijakan iklim Indonesia. Selain itu, konsumen kini semakin sadar dengan keberlanjutan atau sustainability suatu produk, terutama pada komoditas kelapa sawit,” kata Rismansyah.

Di tempat yang sama, Head Sustainability Wilmar Indonesia, Pujuh Kurniawan mengatakan, sertifikat ISPO saat ini menjadi sangat penting, terutama terkait dengan dinamika yang terjadi saat ini.

“Kalau menurut saya, ISPO ini penting terutama terkait dengan dinamika yang terjadi saat ini. Jadi, ada tuntutan EUDR (The European Union on Deforestation-free Regulation),” kata Pujuh.

Diketahui, EUDR mengharuskan tujuh komoditas dan turunannya, yaitu daging sapi, coklat, kopi, sawit, karet, kedelai, dan kayu, memenuhi persyaratan terkait deforestasi dan degradasi hutan untuk diekspor di pasar UE.

Menurut Pujuh, ISPO merupakan jaminan bahwa kebun sawit yang diusahakan oleh pekebun telah memenuhi prinsip berkelanjutan dan peduli dengan kondisi lingkungan, khususnya di sekitar perkebunan kelapa sawit.

“ISPO sendiri kalau kita bicara sustainability (berkelanjutan) di wilayah hulu sebenarnya kalau diringkas itu ada No Deforestation, No Peat and No Exploitation. Itu semua tercakup di situ (ISPO),” kata Pujuh.

“Tapi kalau berbica jauh lagi ada tambahannya lagi kan, yaitu bagaimana membuat pasokan yang bertanggung jawab dan ada ketertelusuran di dalam proses pengolahan. Nah, gabungan ini sebenarnya bagian dari sustainability yang secera sederhana dalam Supply chain,” sambung dia.

Menurut Pujuh, pada ISPO sudah ada ketertelusuran, sehingga petani terlindungi dan dipastikan telah memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh UEDR tersebut. Kemudian, ada potensi pasar itu sendiri.

“Untuk petani sendiri itu bagus, karena apa? Untuk Indonesia, ISPO ini kan sekarang sangat gencar dipromosikan, apalagi dengan challenge UEDR ini mau tidak mau harus menjadi sesuatu yang menjadi bahan pertimbangan untuk kita,” kata dia.

Oleh karena itu, Pujuh menekankan,  pentingnya sertifikasi ISPO untuk terus didorong. Wilmar sendiri, sambung dia, sejak tahun 2017 hingga saat ini telah mendampingi 10.500 petani swadaya.

“Kami sendiri sebenarnya sudah lama, cuman program yang terkait dengan petani swadaya itu dimulai tahun 2017. Jadi, hampir sekarang 10.500 petani swadaya yang sudah kita ISPO-kan,” kata Pujuh.

Karena itu, Puyuh mengucapkan selamat dan mengapresiasi KUD Makmur Jaya yang sudah berhasil mendapatkan ISPO. Dia berharap, koperasi ini bisa memberikan semangat petani lainnya.

“ISPO itu tidak susah dan harapan kami sebenarnya ini bisa ditularkan (ke petani yang lain). Mereka yang sudah punya kemampuan kan bisa ngajari petani yang lain. Itu juga harapnnya di sana,” imbuh dia.

Sementara itu, Suhartono mengatakan, sertifikasi ISPO ini mereka peroleh setelah melalui proses audit tiga bulan yang lalu oleh pihak auditor dari LS-MISB.

“Tiga bulan yang lalu kami di audit di daerah kami sendiri di sana oleh pihak auditor di sini dan pada hari ini kami dianggap mampu menyandang sertifikat, sehingga kami diberikan sertifikat itu,” kata dia.

Suhartono mengatakan, anggota KUD Makmur Jaya hingga saat ini mencapai 750 Kepala Keluarga (KTT) dengan luas lahan 1.500 hektare. Rata-rata umur tanam pohon sawit yang dimiliki saat ini sudah tua.

“Sampai saat ini sudah mulai masa-masa replating, sehingga dengan adanya program ISPO ini lebih cepat kami mendapatkan program PSR (Peremajaan Sawit Rakyat) seperti apa yang disampaikan oleh pemerintah,” kata dia.

Dia berharap, dengan sertifikasi ISPO ini kerja sama dengan mitra terus terjalin. Dia juga berharap agar pemerintah lebih banyak memberikan perhatian kepada petani, khusunya di daerah terpencil di Provinsi Sumatera Utara.

“Harapakan kami sebagai petani dengan mendapatkan ISPO, kami menghrapkan kerja sama dari mitra-mitra, kemudian juga pemerintah harus banyak memberikan perhatian kepada petani di pedalaman sana,” ujar dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini