Margin Kecil Bikin Kopdes Merah Putih Kurang Tertarik Salurkan Pupuk Subsidi

0
Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih
Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Dok: Ist

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyebut minat Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih untuk menjadi penyalur pupuk subsidi masih terbatas. Salah satu penyebabnya adalah margin keuntungan sebagai Penyalur Pupuk di Titik Serah (PPTS) yang relatif kecil.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan saat ini memang sudah ada sejumlah koperasi desa yang menjadi bagian dari jaringan penyalur pupuk subsidi perusahaan.

“Kemudian yang kedua terkait dengan Kopdes ya. Nah kalau Kopdes ini memang sudah apa, sudah beberapa Kopdes yang menjadi PPTS tadi, penyalur pupuk, penyalur pada titik serah. Tapi memang enggak terlalu banyak karena marginnya kecil kok sebagai PPTS sebenarnya,” ujar Yehezkiel  di Jakarta Pusat, Jumat (6/3).

Menurutnya, margin yang terbatas membuat sebagian Kopdes Merah Putih lebih tertarik menyalurkan produk lain yang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan pupuk subsidi.

“Jadi Kopdes itu lebih lebih senang kalau dia jadi penyalurnya LPG gitu ya, jadi penyalurnya token-nya PLN gitu atau untuk jualan kelontong, daripada sebagai pupuk subsidi,” katanya.

Meski demikian, Pupuk Indonesia mencatat sudah ada sejumlah Kopdes Merah Putihyang bergabung sebagai penyalur pupuk subsidi dalam jaringan distribusi perusahaan.

“Dan sejauh ini memang sudah ada beberapa KDMP yang kita sudah terima menjadi PPTS di channel apa, sales channel kami. Kendalanya karena marginnya. Jadi kalau kendalanya memang saya bisa katakan memang dari pihak anu ya, apa namanya, dari pihak desanya ya yang ingin menjadi penyalur pupuk subsidi atau enggak,” ujarnya.

Ia menambahkan, perusahaan tetap membuka peluang bagi koperasi desa untuk menjadi penyalur pupuk subsidi karena hal tersebut telah diatur dalam kebijakan pemerintah.

“Tapi ya kalau dari kami, karena itu diakomodir di Perpres 6 bahwa Koperasi Desa diprioritaskan menjadi PPTS, itu kami pasti akan membuka apa namanya, peluang untuk menjadi PPTS itu. Tapi keputusan apakah dia menjadi penyalur pupuk subsidi atau tidak, itu dikembalikan ke pihak pemerintah desa,” jelasnya.

Vice President Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Cindy Sistyarani menyebut hingga saat ini terdapat ratusan lembaga di tingkat desa yang telah menjadi PPTS, baik dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun Koperasi Desa Merah Putih.

“Gapoktan sekarang ada 440, kemudian Koperasi Desa Merah Putih ada 190 yang sudah menjadi PPTS,” ujar Cindy.

Ia menegaskan keberadaan penyalur pupuk subsidi di tingkat desa tersebut bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan, melainkan untuk memperluas akses pupuk bagi petani.

“Memang tujuannya bukan profit, ini tujuan utamanya adalah sesuai dengan pemerintah, untuk lebih mendekatkan akses pupuk kepada petani,” katanya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini