Majalah Hortus Edisi 112,Januari 2022

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PERINGATAN Hari Perkebunan Nasional tahun ini berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, peringatan Hari Perkebunan Nasional (HPN) yang ke 64 tahun ini dibarengkan dengan peringatan Hari Rempah Nasional (HRN). Jika HPN jatuh pada 10 Desember maka HRN jatuh pada 11 Desember.

Dengani mengangkat tema “Membangkitkan Kejayaan Rempah untuk Peningkatan Ekspor Komoditas Perkebunan Menuju Indonesia Maju, Mandiri dan Modern”, peringatan HPN dan HRN yang digelar di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara itu dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin.

Berangkat dari tema ini, Ma’ruf menekankan peringatan Hari Perkebunan pada tanggal 10 Desember, tentu sebagai tonggak sejarah perjuangan agar perkebunan dapat bangkit kembali memberikan sumbangsih bagi perekonomian, khususnya menggairahkan devisa negara dari ekspor hasil perkebunan.

“Oleh karena itu, sekarang sudah saatnya kita kembangkan komoditas perkebunan dan rempah. Kita dorong industri pengolahan dan daya saing untuk meningkatkan volume ekspornya. Kita ingin secepatnya keluar jebakan yakni negara pengekspor bahan mentah,” kata Wapres menegaskan.

Pembaca majalah ini yang kami banggakan.

Upaya untuk mengembalikan kejayaan rempah di Indonesia sebagaimana yang digaungkan Wapres tersebut, kami angkat sebagai tema Liputan Khusus edisi kali ini.

Pembaca sekalian yang kami hormati, Khusus untuk Rubrik Laporan Utama, pada Edisi Januari 2022, Majalah HORTUS Archipelago mengupas ihwal pembatalan wajib kemasan minyak goreng, yang seharusnya diterapkan mulai 1 Januari 2022.

Kementerian Perdagangan membatalkan rencana larangan penjualan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022. Walhasil, minyak goreng curah masih diizinkan diperjualbelikan di pasar-pasar.

Keputusan yang diambil pemerintah tersebut, memang dirasakan cukup berat bagi pemilik industry minyak goreng yang tergabung dalam Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI).

Bagaimana tidak, jika rencana larangan minyak goreng curah sudah diinisiasi oleh GIMNI sejak tahun 2010 lalu. Namun, implementasi kebijakan kerap dibatalkan oleh pemerintah.

Namun, tidak demikian halnya bagi masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga, pedagang makanan gorengan, pemilik rumah makan sederhana, pedagang minyak goreng kemasan dan curah. Mereka menyambut kebijakan pembatalan tersebut dengan penuh suka cita.

Tentu di luar dua rubrik andalan kami di atas, seperti biasa kami juga menyajikan berita-berita lain yang tak kalah hangat dan atraktifnya.

Akhirnya dari balik meja redaksi, kami ucapkan Selamat Tahun Baru 2022, sambil menikmati sajian dari kami. Salam

Baca/Download:

https://s.id/-R1To

https://drive.google.com/file/d/1TPlClDK_gk2fcZpKWxo1pE8sRNAWqGlJ/view?usp=sharing

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini