Mentan Amran Dorong Kampus Bangun Klaster Hilirisasi Pertanian

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterngan pers setelah menghadiri Sarasehan Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-85 Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ikatan Alumni Faperta (IKA Faperta) di Bogor, Sabtu (6/9).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tengah mendorong hilirisasi sektor pertanian dengan melibatkan perguruan tinggi. Ia meminta setiap kampus membangun klaster hilirisasi berbasis potensi komoditas daerah masing-masing.

Hal itu disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Sarasehan Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-85 Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ikatan Alumni Faperta (IKA Faperta) di Bogor, Sabtu (6/9).

Menurutnya, arah pembangunan pertanian saat ini mulai bergeser ke sektor perkebunan. Komoditas seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam menjadi fokus pengembangan melalui pendekatan hilirisasi di tingkat lokal.

“Ke depan, kami ingin setiap perguruan tinggi memiliki satu klaster. Misalnya, di Jawa Barat bisa ada dua klaster, IPB bersama UNPAD (Universitas Padjadjaran). Putra-putri terbaik kampus kita libatkan,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ristekdikti untuk mendukung implementasi program tersebut. “Tinggal ditindaklanjuti dengan program nyata,” ujarnya.

Menurut Amran, kolaborasi pemerintah dengan kampus pertanian, khususnya IPB, telah membuktikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Wakil Rektor, Dekan, dan seluruh civitas akademika IPB. Kolaborasi ini luar biasa. IPB adalah kampus pertanian tertua dan memiliki kontribusi monumental, salah satunya merilis varietas padi IPB 3S sepuluh tahun lalu. Itu pencapaian besar yang memberi manfaat langsung bagi petani,” ungkapnya.

Mentan Amran juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap program ini sangat besar. Presiden telah menyiapkan anggaran sebesar Rp9,9 triliun yang akan digunakan untuk mendistribusikan bibit perkebunan kepada petani di lahan seluas 800 ribu hektare.

“Semua bibit akan diberikan langsung kepada petani Indonesia agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Pertanian IPB, Suryo Wiyono, menekankan pentingnya hilirisasi dalam pengembangan produk pertanian. Menurutnya, jika pertanian hanya berhenti di hulu, nilai tambah bagi petani akan sangat terbatas.

“Hilirisasi itu penting. Kalau hanya dipotong di hulunya saja, pertanian tidak akan berkembang dan manfaatnya untuk petani berkurang. Karena itu perlu integrasi hulu-hilir, termasuk pengembangan kawasan sebagai basis produksi dan distribusi,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini