Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional 3,8 Juta Ton

0
menteri pertanian,andi amran sulaiman saat memberikan keterangan pers di istana.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman memastikan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak mengganggu ketersediaan beras nasional.

Penegasan itu disampaikan Mentan Amran saat konferensi pers pelepasan bantuan kemanusiaan untuk daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera, Jakarta, Kamis (4/12).

Mentan Amran menjelaskan, cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini berada pada posisi tertinggi, yakni 3,8 juta ton. Dengan pengeluaran untuk bantuan bencana alam, diproyeksikan stok akhir tahun 3,7 juta ton

“Bisa di akhir tahun karena tinggal tiga minggu, itu bisa paling rendah 3,7 juta ton dan itu tidak pernah tercapai selama kita merdeka,” kata dia.

Bahkan, kata dia, pemerintah dalam waktu dekat ini akan segera mengumumkan swasembada pangan khusus beras. “Insyaallah kita bisa umumkan swasembada nanti. Di tanggal 31 Desember jam 12.00 kita umumkan bahwa Indonesia swasembada,” ujar dia. 

Menurut Mentan Amran, kerusakan lahan akibat bencana hanya sekitar 4.000 hektare, jumlah yang sangat kecil dibanding total luas tanam nasional yang 7,46 juta hektare. Dengan kondisi tersebut, dampak bencana terhadap produksi pangan nasional dapat dipastikan tidak signifikan.

“Kerusakan lahan relatif kecil dan tidak memengaruhi produksi nasional. Stok kita aman, bahkan berlebih. Beras yang berada di gudang Bulog adalah hasil produksi petani kita sendiri,” tegas Mentan Amran.

Kementan telah memetakan dampak kerusakan sawah secara terperinci. Di Sumatra Utara, sekitar 33.000 hektare terdampak, sementara di Aceh mencapai 119.000 hektare. Dari angka tersebut, sekitar 4.000 hektare mengalami puso.

Untuk mendukung pemulihan, pemerintah akan menyalurkan benih gratis serta alat mesin pertanian (alsintan) agar petani dapat segera kembali berproduksi.

Pemulihan lahan akan dilakukan menyeluruh, meliputi perbaikan irigasi, rehabilitasi lahan, penyediaan benih, hingga percepatan pengolahan tanah menggunakan alsintan. Pendataan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) juga terus berjalan agar kegiatan tanam dapat dimulai kembali pada minggu pertama Januari.

“Irigasi, benih, dan alat pengolah lahan semua ditanggung pemerintah pusat. Kita pastikan sawah yang rusak kembali seperti semula. Petani harus bisa segera mulai tanam kembali,” ujar Mentan Amran.

Selain memulihkan lahan pertanian, pemerintah juga memastikan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di wilayah bencana. Bantuan pangan diberikan tidak hanya kepada warga yang terdampak langsung, tetapi juga kepada masyarakat yang terisolasi akibat akses jalan yang terputus.

“Ada dua jenis terdampak, yang kena langsung dan yang aksesnya terputus. Keduanya wajib mendapatkan bantuan pangan. Tidak ada warga yang kami biarkan kesulitan,” tegasnya.

Sebagai bentuk respons cepat, Kementan telah mengirim bantuan tahap pertama berupa 207 truk senilai Rp 34,8 miliar dari total bantuan yang terhimpun sebesar Rp 75 miliar. Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, susu, mie instan, air mineral, serta kebutuhan penting lainnya.

Seluruh dukungan ini merupakan hasil kolaborasi Kementan dengan mitra strategis, BUMN pangan, dunia usaha, serta donasi para pegawai Kementan. Untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui darat, Kementan juga mengirim tambahan bantuan menggunakan Pesawat Hercules.

Untuk memastikan distribusi berjalan efektif selama 24 jam, Kementan dan Bapanas mengaktifkan satgas di tiga provinsi terdampak. Selain itu, BRMP provinsi ditetapkan sebagai posko utama penyaluran bantuan untuk memastikan seluruh dukungan logistik tersampaikan secara cepat dan tepat sasaran.

“Kami 24 jam standby. Walikota, Gubernur kami komunikasi, begitu butuh langsung kami ACC. Bahkan subuh dan tengah malam tetap kami layani. Dalam kondisi darurat seperti ini, kita harus bergerak cepat,” tegas dia.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini