PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional III Provinsi Riau menyiapkan sebanyak 800 ribu bibit sawit unggul bersertifikat untuk mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Dari jumlah tersebut, sebanyak 540 ribu bibit telah dinyatakan siap disalurkan pada semester pertama tahun ini.
Menurut Group Manager Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional III, Ferry P. Lubis, program PSR tidak hanya mengganti tanaman sawit yang sudah tua, tetapi juga memastikan petani menggunakan benih unggul bersertifikat yang dapat menghasilkan produktivitas tinggi.
Penyediaan dan penyaluran bibit sawit unggul bersertifikat itu merupakan wujud dari komitmen dan konsistensi PTPN selaku anak usaha perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Sejalan program pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan dan energi nasional melalui akselerasi PSR, Regional III pada tahun ini menyiapkan 800 ribu bibit sawit unggul bersertifikat,” kata Ferry dalam keterangan resminya.
Ferry juga mengungkapkan bahwa minat petani terhadap bibit sawit unggul ini terus meningkat. “Baru dua bulan berjalan, sudah tersalurkan sekitar 103.533 bibit,” kata dia.
Saat ini, seluruh bibit siap salur tersedia di tiga sentra pembibitan PTPN IV Regional III. Ketiganya adalah Sentra Pembibitan Kebun Tandun Kabupaten Kampar, Sentra Pembibitan Dumai, dan Sentra Pembibitan Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu.
“Awalnya memang ada lima sentra tahun ini. Namun dua sentra lainnya, yakni Sungai Pagar dan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak telah habis,” jelas Ferry.
Ferry menambahkan, program penyediaan dan penyaluran bibit sawit unggul bersertifikat yang dilaksanakan PTPN IV Regional III sejak 2021 tersebut mendapat sambutan positif dari para petani. Hal itu terbukti selama tiga tahun berjalan, ada 1,9 juta bibit sawit unggul sudah diserap oleh petani di Riau.
PTPN IV Regional III lanjutnya terus memperluas penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat dengan potensi produktivitas tandan buah segar (TBS) mencapai 33-35 ton per hektare per tahun. Terdapat dua varietas bibit yang disiapkan untuk para petani, yakni PPKS 540 dan PPKS SMB.
Seperti diketahui bahwa Presiden Prabowo Subianto mempunyai cita-cita untuk mewujudkan Biodiesel 50 persen berbahan sawit atau dikenal dengan B50. Artinya dengan naiknya kebutuhan minyak sawit untuk bahan bakar diesel maka naik juga kebutuhan crude palm oil (CPO).






























