Dana CSR dari PTPN Untuk Pengembangan Musperin

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bantuan dana CSR dari PTPN III akan dipakai untuk renovasi lantai I. Dengan renovasi ini maka Gedung akan tampil lebih indah dan akses ke ruangan yang dulu dinamakan Biro Dactyloscopy bisa lebih menyenangkan.

Bangunan Museum Perkebunan Indonesia (Musperin) II yang sudah berusia 101 tahun segera direstorasi.

“Bangunan itu harus direstorasi kalau tidak akan terbengkalai, akan menjadi bangunan yang tidak termanfaatkan. Kita tidak ingin seperti itu,” kata Dirut PTPN III (Holding) M Abdul Ghani pada penyerahan bantuan CSR sebesar Rp 545.946.946 untuk restorasi Gedung Musperin di Kompleks PPKS Medan di Jalan Brigjen Katamso ini (8/9)

Apalagi di Gedung Musperin 2 Lantai I terdapat ruangan dulu dinamakan Biro Dactyloscopy. Disini masih tersimpan ratusan ribu dokumen yang terkait dengan rekruitmen kuli kontrak yang berasal dari Jawa dam Tiongkok.

“CV lengkap pekerja kebun itu dengan data yang lengkap masing masing kuli,” tutur Ketua Dewan Pembina Yayasan Muspertin Soedjai Kartasasmita.

Arsip data kuli kontrak pekebun itu dimulai tahun 1900 itu masih utuh.

“Data arsip mungkin satu-satu nya di dunia. Oleh karena itu kami berusaha untuk mendaftarkannya ke UNESCO. Sekarang tinggal sejarah dan kenangan saja,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Bungaran Saragih salut dengan sistem perkebunan dari era penjajahan masih bisa berjalan hingga sekarang. Padahal para ilmuan pada waktu itu mempridiksi sistem perkebunan warisan kolonial itu tidak akan berlanjut.

Menurutnya kemampuan PTPN menyesuaikan dengan zaman menjadi kunci keberlanjutan sistem perkebunan di Indonesia.

“PTPN bisa berkembang dan tak ada kaitannya lagi dengan kolonialisme. Bahkan bukan hanya tumbuh tapi juga mampu menyumbangkan bagi kemajuan pertanian dan ekonomi bangsa yang luar biasa,” tutur Bungaran. Oleh karena itu, lanjut Bungaran, Musperin perlu terus disupport.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini