
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan sekitar Rp 8 triliun untuk pengembangan lima komoditas perkebunan strategis, yaitu kelapa, kakao, jambu mente, tebu, dan pala.
“Ini kita kembangkan, Bapak Presiden sudah berikan anggaran kurang lebih Rp 8 triliun,” kata Mentan Amran setelah rapat bersama Perusahaan Gula dan Asosiasi Petani Tebu, Kakao, Kopi di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (13/8).
Mentan Amran menambahkan bahwa luas lahan yang dibutuhkan untuk pengembangan komoditas ini mencapai 800 ribu hektare. Ia memperkirakan program ini akan membuka lapangan pekerjaan untuk 1 juta orang.
“Dan ini kita akan membantu petani-petani seluruh Indonesia. Total luasan kurang lebih 800 ribu hektare. Dan insyaallah nanti melibatkan mungkin 1 jutaan orang pekerja,” kata Mentan Amran.
Mentan Amran, yang juga Pemilik Tiran Group ini menjelaskan, pengembangan ini akan melibatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai ujung tombak, khususnya untuk pengembangan dan program peremajaan tebu.
“Nanti khususnya tebu, kita replanting kurang lebih 100 ribu. Dan, kemungkinan besar kita akan selesaikan dalam waktu 6 bulan,” ujar Mentan Amran.
Ia pun menargetkan dalam tiga tahun berturut-turut program ini dijalankan, Indonesia dapat mencapai swasembada gula konsumsi (white sugar) paling lambat dua tahun ke depan.
“Kita upayakan 3 tahun berturut-turut, kita lakukan, Insyaallah kita akan capai swasembada white sugar paling lambat 2 tahun ke depan. Itu mimpi kita,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi mengatakan, pihaknya mendapat penugasan dari Mentan Amran untuk mengembangkan tambahan 500.000 hektare lahan tebu.
Pengembangan tersebut, lanjut Mahmudi, akan melibatkan berbagai sumber lahan, di antaranya lahan dari sektor kehutanan melalui kerja sama dengan Perhutani, lahan konversi, optimalisasi lahan.
“Kalau yang replanting, targetnya kan 200.000 dengan target tahun ini 100.000, tapi ada sebagian ekstensifikasi juga. Tahun depan 100.000. Di luar itu ada tambahan 500.000 di target dalam,” imbuhnya.



























