Prabowo Gelontorkan Rp 10 Triliun untuk Hilirisasi Perkebunan

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman usai melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan di Jakarta, Senin (22/9).

Kementerian Pertanian (Kementan) akan menggenjot hilirisasi komoditas prioritas perkebunan. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut langkah ini dapat membuka lapangan kerja dan membawa Indonesia kembali berjaya di sektor pertanian.

Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman usai melaksanakan Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan di Jakarta, Senin (22/9).

“Kata kuncinya adalah kita kembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia dan bila perlu melampaui pada saat Indonesia berjaya. Dulu berjaya rempah-rempah, kita lampaui target itu dengan hilirisasi sekarang,” ujarnya.

Mentan Amran menyatakan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran tambahan belanja sebesar sekitar Rp 9,9 triliun untuk mendukung program hilirisasi perkebunan.

Anggaran ini akan disalurkan secara bertahap mulai tahun 2025 hingga 2027, dengan Rp 2,64 triliun pada 2025, Rp 5,83 triliun pada 2026, dan Rp 1,58 triliun pada 2027.

“Sekarang anggarannya sudah ada. Bapak Presiden tambahkan, mulai sekarang kerja. Anggarannya ada Rp 9,95 (triliun), ini (hampir) Rp 10 triliun untuk perdana. Ini sudah cair,” kata Mentan Amran.

Ia menambahkan, anggaran tersebut akan difokuskan untuk hilirisasi beberapa komoditas yakni tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan lada/pala.

Menurut perhitungan Mentan Amran, keenam komoditas tersebut punya prospek besar. Tebu misalnya, dengan investasi Rp28,96 triliun diproyeksikan menghasilkan keuntungan kumulatif Rp548,62 triliun sekaligus menyerap 12.521 tenaga kerja.

Komoditas kakao melalui pengolahan cocoa powder dan butter memerlukan Rp6,71 triliun investasi, dengan potensi keuntungan Rp125,83 triliun serta penyerapan 10.770 pekerja.

Sementara itu, kelapa dalam menjadi penyerap tenaga kerja terbesar hingga 62.496 orang. Dengan investasi Rp3,96 triliun, sektor ini diperkirakan memberi keuntungan Rp118,45 triliun dari produk coconut milk dan turunan lainnya.

Untuk kopi, potensinya luar biasa dari sisi keuntungan. Investasi Rp2,23 triliun bisa menghasilkan laba kumulatif Rp2.556,48 triliun, tertinggi dibanding komoditas lain. Meski begitu, penyerapan tenaga kerja relatif kecil yakni 5.904 orang.

Komoditas mete juga menjanjikan. Dengan investasi Rp 2,74 triliun, kacang mete diprediksi memberi keuntungan Rp 562 triliun sekaligus membuka 39.164 lapangan kerja.

Terakhir, lada dan pala diproyeksikan menyumbang keuntungan Rp209,5 triliun dengan investasi Rp1,73 triliun. Produk berupa biji lada, lada bubuk, dan biji pala ini mampu menyerap 21.440 tenaga kerja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini