
Pameran International Livestock, Dairy, Meat Processing, and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2025 resmi berakhir hari ini, setelah berlangsung selama tiga hari sejak 17 hingga 19 September 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan.
Direktur PT Permata Kreasi Media sekaligus penyelenggara ILDEX Indonesia, Fitri Nursanti Poernomo, menyebut bahwa gelaran tahun ini merupakan yang paling sukses sepanjang sejarah ILDEX Indonesia.
“Awalnya kami sempat agak khawatir ketika situasi dalam negeri sempat memanas (aksi demonstrasi). Kekhawatiran itu juga dirasakan oleh para peserta. Namun alhamdulillah, kondisi berangsur membaik dan saat ini sangat kondusif,” ujar Fitri.
Perbaikan situasi ini berdampak langsung pada lonjakan jumlah pengunjung. “Jumlah visitor tahun ini jauh lebih besar dari ekspektasi. Kenaikannya bahkan mencapai sekitar 20 hingga 25 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.
Fitri juga menekankan, momentum ILDEX Tahun 2025 sangat tepat karena berlangsung di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap isu ketahanan pangan dan protein hewani.
“Saya pikir ini suatu kesempatan yang baik sekali, di mana semua orang sekarang bicara tentang pangan, tentang protein hewani,” katanya.
Meskipun belum ada data final mengenai total nilai transaksi selama pameran, Fitri memastikan bahwa hampir seluruh peserta pameran merasa puas.
“Mereka bertemu dengan klien, bahkan potensial klien baru. Antusiasmenya sangat tinggi, dan banyak peluncuran produk serta inovasi yang dilakukan langsung di sini. Itu menunjukkan ILDEX tahun ini benar-benar berbeda dari sebelumnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Permata Kreasi Media (PKM), Ruri Sarasono, menyebut bahwa ILDEX Indonesia 2025 mencatat jumlah pengunjung terbanyak sejak pertama kali diadakan.
“Hari pertama itu sekitar 5.300 orang, hari kedua 5.100, dan hari terakhir ini sekitar 3.000–4.000 pengunjung. Ini rekor tertinggi sejak ILDEX pertama digelar,” ujarnya.
Ruri menambahkan, aspek teknologi menjadi perhatian utama peserta dan pengunjung.
“Teknologi seperti sistem air minum cerdas untuk ayam, hingga inovasi dari perusahaan seperti Panasonic dan Nutricel, sangat menarik perhatian. Beberapa transaksi bahkan terjadi langsung di lokasi, sampai puluhan ton,” ujarnya.
Ruri juga mengungkapkan bahwa meskipun ILDEX biasanya diadakan dua tahun sekali, ada kemungkinan gelaran serupa akan kembali lebih cepat, yakni pada tahun 2026, di lokasi yang sama.
“Jadi, saya pikir ini adalah ILDEC Indonesia yang paling sukses, yang paling banyak dihadiri oleh para visitor. Sehingga, kita harapkan bisa bertemu lagi, kemungkinan besar 2026,” pungkas Ruri.
Sebagai informasi, ILDEX Indonesia 2025 menghadirkan lebih dari 250 perusahaan dari dalam dan luar negeri, dengan target lebih dari 10.000 pengunjung profesional selama tiga hari penyelenggaraan.




























