Panen Bukan Sekadar Memotong Tandan, Pekebun Seluma Belajar Jaga Nilai TBS

0

Bengkulu – Panen kelapa sawit bukan sekadar memotong tandan. Ketepatan menentukan buah matang, teknik pemotongan, pengutipan brondolan hingga pengangkutan ikut menentukan kualitas TBS dan pendapatan pekebun.

Hal tersebut menjadi fokus pelatihan teknis panen dan pascapanen kelapa sawit yang diikuti 60 pekebun Kabupaten Seluma, Bengkulu, pada 20–24 Agustus 2026 di salah satu hotel di Kota Bengkulu.

Pelatihan merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) yang diadakan AKPY.

Wakil Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), Dr. Idum Satia Santi, mengatakan kesalahan saat panen dan pascapanen dapat menyebabkan kehilangan hasil dan menurunkan pendapatan pekebun.

“Panen tepat waktu, pemanenan sesuai standar, pengumpulan brondolan yang baik serta pengiriman TBS yang cepat ke pabrik akan menentukan mutu buah, rendemen minyak dan pada akhirnya pendapatan,” ujar Idum.

Oleh karena itu, pekebun perlu melihat panen sebagai satu rangkaian. Buah harus dipanen sesuai kriteria matang, dipotong dengan teknik yang benar, seluruh brondolan dikutip, TBS ditangani dengan baik, dan segera dikirim ke pabrik.

Nilai TBS tidak hanya ditentukan saat masih di pohon, tetapi juga oleh cara pekebun menanganinya setelah dipanen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Herlin Despita, S.Pt., MP, mengatakan peningkatan keterampilan pekebun penting untuk meningkatkan kualitas hasil sekaligus pendapatan petani.

“Dengan adanya pelatihan ini kami berharap Bapak-Ibu bisa meningkatkan kualitas TBS sehingga harga juga bisa meningkat,” ujarnya.

Lebih dari 75 persen dari sekitar 426 ribu hektare areal sawit di Bengkulu merupakan perkebunan rakyat. Karena itu, peningkatan kemampuan pekebun menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produksi sawit daerah.

Melalui pelatihan ini, 60 pekebun Seluma didorong tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga memahami teknik panen dan pascapanen yang tepat.

Pekerjaan pekebun belum selesai ketika tandan dipotong. Hasil kebun harus dijaga hingga TBS tiba di pabrik dengan mutu tetap terjaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini