Pemerintah menyiapkan tambahan dana Operator Investasi Pemerintah (OIP) sebesar Rp 39,1 triliun untuk mendukung penyerapan beras Perum Bulog pada 2026.
Hal itu disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan, pada acara Olahraga dan Diskusi Interaktif Bersama Direksi Perum Bulog di Kawasan Bisnis Perum BULOG d’GAT55, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).
Rizal menjelaskan, pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat bersama Kementerian Sekretariat Negara yang dalam hal ini diwakili Wakil Menteri Sekretaris Negara. Dalam rapat tersebut dibahas dukungan anggaran penyerapan beras 4 juta ton melalui skema OIP.
Menurut dia, nilai tambahan dana OIP yang dibahas mencapai Rp 39,1 triliun dengan skema pembiayaan berbunga rendah, yakni sebesar 2 persen.
“Ini didukung oleh pemerintah, syukur alhamdulillah sehingga dengan dana OIP itu bunganya cukup rendah yaitu 2 persen dalam hal ini untuk kami,” ujar Rizal.
Bulog diketahui mendapatkan penugasan penyerapan pangan yang lebih besar pada 2026. Target penyerapan beras ditetapkan sebesar 4 juta ton, meningkat dibandingkan target tahun 2025 yang mencapai 3 juta ton.
Tidak hanya beras, perusahaan pelat merah ini juga ditugaskan menyerap komoditas pangan lainnya, yakni jagung sebanyak 1 juta ton serta kedelai sebesar 70 ribu ton pada 2026.
Untuk mendukung pelaksanaan penugasan tersebut, Bulog menyiapkan penguatan sarana logistik, termasuk penambahan kapasitas pergudangan.
Penyiapan gudang dilakukan baik melalui gudang filial maupun pemanfaatan gudang sewa guna menunjang penyerapan hingga 4 juta ton beras.
“Untuk mendukung tugas-tugas kami yaitu di antaranya adalah penyiapan gudang tambahan untuk 4 juta ton, baik gudang nanti gudang filial ataupun gudang yang kami sewa,” ujar dia.
Selain itu, Bulog juga merencanakan pembangunan 100 gudang baru yang merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Pelaksanaan pembangunan gudang tersebut akan dimulai setelah Instruksi Presiden (Inpres) diterbitkan dan dilanjutkan dengan proses groundbreaking.
“Untuk groundbreaking kami menunggu Inpres-nya dulu turun, baru nanti kami rencanakan groundbreaking-nya,” pungkas dia.






























