Pestisida Nabati: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan

0

 

Dalam rangka mendukung pertanian berkelanjutan, Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Universitas Sebelas Maret menggelar kegiatan Pesticide Power Camp: Eco-Friendly Farming Sustainable Garden di Gedung IKM Kampus Kopi Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (23 November 2024).

Tim MBKM terdiri dari 10 mahasiswa D3 Agribisnis dengan 1 dosen pembimbing. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari program MBKM yang berkolaborasi dengan Desa Banyuanyar Boyolali. Dalam acara ini kami mengundang mahasiswa D3 Agribisnis Universitas Sebelas Maret dan warga Desa Banyuanyar sebagai peserta utama.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pestisida nabati berbahan baku cabai kepada masyarakat serta memberikan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan praktis pembuatan pestisida nabati dan sampel produk siap pakai untuk diaplikasikan langsung pada tanaman mereka.

Acara ini dibuka oleh Raden Kunto Adi, S.P., M.P. selaku Kepala Program Studi D3 Agribsinis. Dilanjutkan materi oleh Herlina Mega Puspitasari S.P., M.Sc.,  selaku dosen pembimbing program.

Herlina Mega Puspitasari S.P., M.Sc. menyampaikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti pestisida nabati.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menginspirasi masyarakat untuk beralih ke metode pertanian yang lebih ekologis dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan paparan materi, melainkan dilanjutkan praktik pembuatan pestisida nabati.

Tim MBKM memberikan penjelasan tentang bahan baku, manfaat, dan cara kerja pestisida nabati. Praktik pembuatan pestisida dipandu langsung oleh anggota tim MBKM, yang terdiri dari mahasiswa D3 Agribisnis Universitas Sebelas Maret, yaitu Muhammad Farros Naufaldy, Afifia Putri, Aisyah Kartika Sari, Anggun Alya, Gadis Timur Leswiningtyas, Malika Pingky, Muhammad Afif, Muhammas thoriq, Sherlina Devita Sari, dan Tegar Rahmanuaji.

“Proses pembuatan pestisida nabati ini sangat sederhana dan dapat dilakukan dengan bahan-bahan lokal, seperti cabai rawit dari potensi komoditas lokal di Desa Banyuanyar. Cabai mengandung zat bernama capsaisin, membran sel akan rusak dan kehabisan cairan sehingga hama akan mati,” kata Muhammad Farros Naufaldy selaku mahasiswa ketua tim MBKM.

Sementara itu, Sherlina Devita Sari selaku anggota tim MBKM menambahkan pengaplikasian pestisida berbahan dasar cabai ini sangat efektif ketika diaplikasikan pada tanamah yang terserang hama seperti semut, kutu daun, lalat, dan beberapa jenis ulat.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Thoriq Aziz selaku anggota tim MBKM mengatakan berkat penggunaan bahan baku alami, para petani dapat menggunakan pestisida nabati tersebut secara rutin tanpa mencemari lingkungan.

Kegiatan ini juga mendapatkan antusiasme dari warga Desa Banyuanyar yang hadir. “Saya berterimakasih sekali untuk pelatihan Pesticide Power Camp: Eco-Friendly Farming Sustainable Garden yang sangat bermanfaat bagi KWT kami semoga mendapatkan hasil tanaman yanh bagus dan kebun gizi kami jadi lebih terawat” ungkap Ibu Siti Toyibah, salah satu peserta kegiatan. Melalui kegiatan Pesticide Power Camp: Eco-Friendly Farming Sustainable Garden, Kelompok MBKM Pengabdian Desa Banyuanyar berharap dapat membantu mengembangkan potensi Desa Banyuanyar dalam komoditas hortikultura sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini