Republik Polandia tertarik menggunakan cangkang sawit Indonesia untuk dijadikan sumber bahan baku energi terbarukan di negaranya.
Deputy Head of Mission, Kedutaan Besar Republik Polandia, Piotr Firlus mengatakan, Polandia memiliki suhu yang ekstrem saat musim dingin, sehingga membutuhkan banyak pasokan energi untuk kebutuhan masyarakat.
Menurut Firlus, perang Rusia dengan Ukraina telah berdampak pada kebutuhan pasokan sumber energi, baik untuk industri maupun rumah tangga.
Sejauh ini, lanjut, Firlus, Republik Polandia, merupakan salah satu negara yang berada di Eropa tengah, mendapatkan sumber energi seperti batu bara yang berasal dari Indonesia yaitu Kalimantan dan Sumatera.
“Dan saat ini sedang dilakukan penjajakan sumber energi yang ramah lingkungan seperti cangkang sawit,” ujar Firlus saat berkunjung ke Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat baru-baru ini.
Menurut Firlus, pihaknya mendengar dan melihat Kalimantan Barat sebagai penghasil cangkang sawit yang cukup besar dan memiliki pelabuhan baru yang mampu menampung kapal-kapal besar.
“Kalimantan Barat ini memiliki pelabuhan baru yang cukup besar dan dapat menampung kapal-kapal besar, sehingga ini adalah potensi besar untuk dapat saling bersinergi,” kata Firlus.
Sementara itu, General Manager Pelindo II Pontianak, Hambar Wiyadi mengatakan, Kalimantan Barat dari sisi pelabuhan untuk aktivitas ekspor ke berbagai negara sangat siap terutama melalui Terminal Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah.
“Untuk Pelabuhan Dwikora tidak bisa bersandar oleh kapal besar karena dangkal. Namun Pelabuhan Kijing sangat memungkinkan kedalaman mencapai 16 meter,” kata dia.
Capaian arus petikemas di Pelabuhan Dwikora periode 2023 sebesar 248 ribu teus dengan komposisi 9,8 persen kegiatan ocean going ke Singapura dan kegiatan domestik yaitu 82,6 persen ke Jakarta, 7,3 persen Semarang, dan 0,3 persen Surabaya.






























