
Direktur Utama BULOG, Letjen TNI (Purn), Ahmad Rizal Ramdhani, juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), mengingat ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman.
Ia menegaskan, hingga saat ini stok beras yang dikuasai BULOG mencapai lebih dari 4 juta ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami menghimbau kepada masyarakat supaya tidak panic buying karena stok cukup melimpah dan sampai dengan hari ini stok beras kita di gudang lebih dari 4 juta ton,” ujar Rizal ditemui di Kantor Pusat Bulog, Selasa (17/3).
Ia juga meminta dukungan media untuk membantu menyosialisasikan kondisi tersebut kepada publik, guna menjaga stabilitas pasar dan menghindari gejolak harga.
“Kami minta bantu disosialisasikan kepada masyarakat bahwa tidak perlu panic buying, kami nyatakan stok dalam keadaan aman dan cukup untuk kebutuhan sampai tahun depan,” ujarnya.
Selain itu, Rizal memastikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan sepanjang tahun 2026 sesuai kebijakan terbaru Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Rizal menyebut total penyaluran SPHP tahun ini berada di kisaran 860 ribu ton untuk periode Januari hingga Desember.
“Jadi tidak seperti yang di awal 1.500 ton atau 1,5 juta ton ya, tapi hanya 860-an sekitar segitu. Jadi kita menyesuaikan dengan kebijakan,” ujarnya.
Rizal menambahkan, BULOG mengusulkan agar penyaluran beras SPHP tetap dilakukan sepanjang tahun 2026
“Kalau dulu sempat di-stop di bulan Februari, Maret, April itu, tapi di tahun 2026 ini kebijakan baru kami sarankan agar tidak di-stop,” katanya.
Meski demikian, lanjutnya, volume penyaluran akan disesuaikan, terutama di daerah sentra produksi saat musim panen berlangsung.
“Pada saat musim panen tiba itu di daerah-daerah sentra produksi beras SPHP-nya penyalurannya volumenya dikurangi,” ujar Rizal.
Reporter: Supianto





























