JAKARTA, 4 November 2026 — Upaya memperkuat posisi petani swadaya dalam rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan mengantarkan Solidaridad dan Henkel meraih penghargaan RSPO Excellence Award for Shared Responsibility dalam ajang tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Roundtable (RT) 2026.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi kedua organisasi dalam membangun rantai pasok kelapa sawit yang berkelanjutan dan inklusif. Kolaborasi yang telah berlangsung lebih dari 12 tahun itu dinilai berhasil menghadirkan manfaat nyata bagi petani swadaya sekaligus memperkuat perlindungan lingkungan.
Penghargaan diberikan kepada anggota RSPO yang menunjukkan kepemimpinan dalam menerapkan prinsip shared responsibility atau tanggung jawab bersama. Penilaiannya mencakup kinerja, kredibilitas pelaporan, transparansi komitmen, serta dukungan konkret terhadap petani swadaya di sepanjang rantai pasok.
Kolaborasi Lebih dari 12 Tahun
Kemitraan Solidaridad dan Henkel menjadi salah satu contoh penerapan prinsip tanggung jawab bersama dalam mendorong transformasi industri kelapa sawit. Komitmen tersebut bahkan telah diperpanjang hingga 2029 untuk memperluas dampak program di sejumlah wilayah pengadaan utama Henkel, yakni Indonesia, Malaysia, dan Kolombia.
Selama lebih dari 12 tahun, kolaborasi kedua organisasi telah menjangkau lebih dari 39.000 petani swadaya di Asia, Amerika Latin, dan Afrika Barat. Program tersebut juga mendukung penerapan praktik pengelolaan perkebunan berkelanjutan pada lahan seluas lebih dari 357.000 hektare.
Dampaknya tidak hanya terlihat dari peningkatan kapasitas petani, tetapi juga dari terbukanya akses mereka terhadap rantai pasok global. Salah satunya melalui inisiatif FARM2BAR yang menghubungkan petani kelapa sawit swadaya di Kolombia dengan rantai pasok global Henkel.
Kemitraan ini sekaligus mendorong peningkatan penggunaan minyak sawit berkelanjutan bersertifikat (Certified Sustainable Palm Oil/CSPO) serta memperkuat keterlibatan petani swadaya dalam transformasi industri kelapa sawit yang lebih inklusif.
Perkuat Petani dan Pengelolaan Lanskap di Kalimantan Barat
Di Indonesia, salah satu capaian penting kemitraan Solidaridad dan Henkel diwujudkan melalui program pemberdayaan petani swadaya di Kabupaten Sanggau dan Landak, Kalimantan Barat, pada periode 2022–2025.
Melalui program tersebut, kedua organisasi mendukung penguatan aspek legalitas dan ketertelusuran kebun sawit seluas 1.914 hektare. Program ini juga mendorong digitalisasi data 846 petani swadaya yang tergabung dalam 53 kelompok tani.
Dari sisi peningkatan kapasitas, sebanyak 1.254 petani telah memperoleh pelatihan mengenai praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Sementara itu, sebanyak 627 petani telah memasuki tahapan persiapan menuju sertifikasi RSPO.
Program tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kebun petani mitra. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada aspek teknis budidaya, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan, legalitas lahan, dan pengelolaan lingkungan.
Pada tingkat lanskap, kemitraan ini turut mendukung proses penerbitan izin Hutan Desa Senyang Bentuang seluas 3.929 hektare yang memberikan manfaat bagi 740 keluarga. Upaya tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan petani kelapa sawit dapat berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola kawasan dan pelestarian lingkungan.
Kolaborasi multipihak juga diperkuat melalui Forum Sabang Merah Berdompu sebagai wadah untuk mendorong koordinasi dan kerja sama berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan.
Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan kekuatan kolaborasi jangka panjang dalam membangun rantai pasok kelapa sawit yang tangguh. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan petani dan pelestarian lingkungan bukanlah dua agenda yang harus dipertentangkan.
Keduanya justru dapat berjalan beriringan melalui kemitraan yang konsisten, dukungan berbagai pihak, serta penguatan kapasitas petani di tingkat tapak.
Ketua KUD Permai Sanggau, Vincentius Sudirman, menambahkan bahwa program kemitraan tersebut telah meningkatkan pemahaman petani mengenai praktik budidaya berkelanjutan, ketertelusuran hasil produksi, serta pentingnya menjaga produktivitas lahan untuk masa depan.
Penghargaan RSPO Excellence Award 2026 ini menjadi apresiasi bagi para petani swadaya, pabrik kelapa sawit mitra, serta tim Solidaridad dan Henkel yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Lebih dari sekadar pengakuan atas kemitraan dua organisasi, capaian tersebut menunjukkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam membangun industri kelapa sawit yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperkuat daya saing rantai pasok global.

























