Upaya CPOPC Redam Kampanye Negatif Sawit

0

JAKARTA – Direktur Eksekutif Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC), Rizal Affandi Lukman mengatakan, upaya meredam kampanye sawit negatif harus dilakukan secara kontinu.

Menurut Rizal, kesadaran tentang sawit negatif saat ini sudah semakin berkurang dibandingkan tujuh atau delapan tahun yang lalu. Kesadaran ini buah dari kampanye positif yang masif dilakukan berbagai pihak selama ini.

“Hilang sama sekali sulit, tetapi paling tidak sekarang sudah semakin berkurang. Jadi, sekarang ini ibaratnya tujuh atau delapan tahun yang lalu itu paling rendah citra negatif sawit, sekarang sudah mulai netral, ada yang positif dan ada yang masih negatif, dan itu tidak apa-apa,” ujar Rizal saat dihubungi Majalah Hortus, Jakarta, Senin (18/12).

Dalam dua tahun terakahir, kata Rizal, CPOPC salah satunya yang secara masif mengkampanyekan dan juga menyediakan informasi positif terkait minyak sawit di masyarakat. Informasi tersebut disebar melalui platform media sosial dan juga melalui duta sawit.

“Tahun ini, CPOPC sudah memulai penerbitan program TikTok. Mulai dari pertengahan tahun sudah ada beberapa seri yang dihasilkan, termasuk kampanye positif tentang palm oil. Jadi, ada manfaat sawit untuk kesehatan, manfaat sawit sebagai sumber energi, manfaat sawit untuk industri mulai dari kosmetika, sabun, makanan dan lain-lain,” tuturnya.

Melalui platform itu juga digaungkan bahwa sawit yang dihasilkan telah memenuhi kaidah-kaidah, prinsip-prinsip, dan indikator untuk keberlanjutan, yang ditandai dengan sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysia Sustainable Palm Oil (MSPO).

“Nah, itu terus kita gaungkan, terus kita lakukan dan dilakukan oleh anak-anak muda, dilakukan oleh influencer melalui program TikTok,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rizal, CPOPC juga menjaring perwakilan muda dari berbagai negara untuk mempromosikan nilai-nilai keberlanjutan sawit dan mengubah persepsi negatif masyarakat melalui Program Young Elaeis Ambassador.

Program ini sebelumnya diikuti warga negara anggota CPOPC (India, Malaysia, Honduras), negara pengamat (Kolombia, Ghana, Papua Nugini, Thailand) dan negara konsumen (India, Tiongkok, Pakistan, Bangladesh, Inggris, dan negara UE).

“Ke depan kita akan kerja sama dengan young ambassador sawit ini untuk terus menggiatkan kampanye positif sawit di pasar global,”ujarnya.

Di samping itu, lanjut Rizal, Sekretariat CPOPC juga akan menyurati media, baik elektronik maupun cetak yang memuat informasi negatif tentang sawit.

“Katakanlah kalau ada editor, majalah, atau artikel yang memuat secara negatif tentang sawit, misalkan menyerang bahwa sawit tidak baik bagi kesehatan, sebagai sumber kanker, kita akan menulis surat counter terhadap artikel tersebut,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini