Wamentan Saleh Usulkan Lahan Bekas Karhutla Kalteng Ditanami Cabai dan Jagung

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa ditemui pada Gerakan Pangan Murah di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mengusulkan pemanfaatan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk menanam komoditas pangan, seperti cabai dan jagung. Usulan ini diharapkan dapat membantu petani sekaligus membuka peluang untuk memperkuat pasokan pangan di Kalteng yang masih bergantung pada pasokan dari luar pulau.

Saleh menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kantor Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Kamis (22/10). Dalam kegiatan tersebut, dia berdialog melalui konferensi video dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng, Agus.

Dalam laporannya, Agus mengatakan Kalteng masih bergantung pada pasokan dari luar pulau untuk sejumlah komoditas, seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. Dia meminta dukungan pemerintah pusat agar pasokan komoditas tersebut tetap lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Menanggapi laporan itu, Saleh mengatakan pemerintah perlu melihat peluang pemanfaatan lahan bekas karhutla di Kalteng. Menurutnya, lahan yang belum ditanami dapat dipertimbangkan untuk pertanian pangan agar manfaatnya juga dirasakan petani.

“Oleh karenanya, nanti kita akan upayakan. Saya monitor lahan yang dibakar rata-rata untuk sawit, ya? Atau untuk apa, Pak? Kalau bisa kita ajak. Kemarin saya sudah diskusi dengan Pak Mentan, apakah lahan yang dibakar itu kita bikin pertanian?” ujar Saleh.

Sebelum lahan bekas karhutla tersebut ditanami sawit, Saleh mengusulkan agar lahan itu dimanfaatkan untuk menanam cabai atau jagung yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh petani di Kalteng.

“Mumpung belum keburu ditanam. Kalau ditanam sawit, kan mungkin hanya bermanfaat bagi beberapa orang saja. Tapi kalau ditanam cabai atau jagung atau apa, yang sifatnya membantu petani yang ada di Kalteng, silakan nanti kita bisa diskusikan. Nanti Pak Kadis bisa lapor ke pusat,” katanya.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) itu mengatakan, lahan bekas terbakar memiliki kandungan karbon dan humus tanah yang baik untuk pertanian.

“Ya, karena itu kalau biasa dibakar kena air itu karbonnya bagus. Jadi humus tanahnya itu akan sangat bagus. Nanti bisa kita ini ya, Pak Sekjen, kita garap, kita bersama-sama kita carikan solusi terbaik buat petani yang ada di sana,” ujarnya.

Saleh mengatakan, lahan bekas karhutla perlu dicarikan solusi agar tidak dibiarkan begitu saja dan tetap memberi manfaat bagi pemiliknya. Penanganannya pun akan dibedakan antara lahan milik perusahaan dan lahan masyarakat.

Untuk lahan perusahaan, khususnya perkebunan sawit, pemerintah akan melakukan pemeriksaan khusus. Sementara lahan milik masyarakat akan dikaji untuk melihat kemungkinan pemanfaatannya sebagai lahan pertanian atau perkebunan.

“Lahan masyarakat ya kita akan carikan solusinya. Kemarin diskusi dengan Pak Menteri, saya sampaikan, apakah kita langsung garap untuk pertaniannya, tematiknya seperti apa, apakah nanam cabai atau apa. Nanti kita akan minta masukan dari bawah secara berjenjang,” ujar Saleh.

Dia mengatakan, keputusan pemanfaatan lahan juga akan melihat kondisi dan dampaknya terhadap lingkungan. Pemerintah akan menentukan apakah lahan lebih tepat dipulihkan menjadi hutan atau dimanfaatkan untuk pertanian.

“Kalau kita lihat dari bentuk permukaan lahan ini rawan terhadap pertanian dan membahayakan bagi keberlangsungan lingkungan, maka kita sarankan untuk dikembalikan menjadi hutan. Tapi kalau ini menguntungkan bagi pertanian, bagi masyarakat, kita garap pertanian,” katanya.

Menurut Saleh, penanganan lahan bekas terbakar itu akan dilakukan bersama Kementerian Kehutanan. Koordinasi tersebut diperlukan agar pemulihan hutan dan pemanfaatan lahan untuk pertanian bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini