Wamentan Sudaryono Ungkap Alasan Prabowo Prioritaskan Pangan

0
Wakil Menteri Pertanian, yang juga Ketua DPN HKTI, Sudaryono (t) pada acara Temu Tani dan Rakernas HKTI di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Rabu (3/12).

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan sektor pertanian dan pangan sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan negara.

Wakil Menteri Pertanian, yang juga Ketua DPN HKTI, Sudaryono mengatakan, arah kebijakan pemerintah difokuskan pada upaya memastikan bangsa Indonesia mampu bertahan dan survive dalam berbagai situasi.

“Cara mengelola negara ala beliau adalah menempatkan sektor pertanian dan sektor pangan menjadi prioritas,” ujar Sudaryono pada acara Temu Tani dan Rakernas HKTI di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Rabu (3/12).

Menurut Prabowo, kata Sudaryono melanjutkan, agar bangsa Indonesia bisa tetap survive, maka harus swasembada dan memiliki kedaulatan pangan.

“Apa saja, tidk hanya beras. Tahun depan kita bangun untuk peternakan ayam dan telur kita. Kita bangun hilirisasi perkebunan dan hortikultura kita,” kata Sudaryono.

Dia menegaskan bahwa Prabowo sangat memahami berbagai keluhan petani, termasuk sulitnya pupuk dan beragam persoalan lain yang selama ini dirasakan di tingkat bawah.

Hal ini terbukti dari berbagai kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah. Sudaryono menyampaikan, sepanjang masa pemerintahan berjalan, sudah ada 19 peraturan yang dikeluarkan Presiden Prabowo untuk mengakomodasi keluhan dan permasalahan petani.

“Pupuknya beres, irigasinya insya Allah lancar, benihnya oke, kemudian harga jual juga diperbaiki. Ini contoh-contoh, baru berjalan belum genap setahun, sebagian besar sudah beres dan akan terus kita selesaikan,” ujar dia.

Sudaryono menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah bekerja keras membela kepentingan petani, dan dampaknya kini mulai dirasakan di seluruh Indonesia. 

Karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan pertanian untuk menjaga dan mendukung program yang sudah berjalan.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Tidak boleh Presiden yang baik ini tenggelam, Presiden yang baik ini tercoreng hanya karena berita yang tidak baik,”  imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, menyampaikan bahwa Temu Tani dan Rakernas HKTI Tahun 2025 dihadiri sekitar 1.500 peserta.

Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari 500 pengurus HKTI, 300 peserta dari asosiasi petani, 200 pemuda agribisnis, 150 penyuluh pertanian, hingga 100 anggota kelompok tani dan gapoktan.

“Temu Tani ini kita mengonsolidasikan kekuatan pertanian Indonesia. Kita dorong SDM pertanian yang lebih tangguh dan kompetitif agar Indonesia mampu memperkuat produksi dalam negeri dan bergerak menuju swasembada,” imbuh dia.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini