250 Ton Beras Ilegal Masuk ke Sabang, Mentan Amran: Langgar Instruksi Prabowo

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers terkait temuan beras ilegal 250 ton yang masuk ke Subang, Aceh, Jakarta, Minggu (23/11).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menerima laporan ada 250 ton beras impor ilegal masuk ke Indonesia melalui Sabang, Aceh. Dengan cepat, dia memerintahkan penyegelan gudang tersebut.

“Kami terima laporan tadi sekitar jam 2 bahwasanya ada beras masuk di Sabang itu 250 ton tanpa izin dari pusat, tanpa persetujuan pusat,” ujar Amran kepada awak media di Jakarta, Minggu (23/11).

Atas laporan tersebut, Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional langsung menghubungi Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam untuk menghentikan peredaran beras tersebut.

“Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, dan Pangdam langsung disegel ini berasnya. Tidak boleh keluar,” kata Amran.

Dia menuturkan, impor tersebut bertentangan Instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto yang melarang impor karena stok beras saat ini melimpah.

“Kalau sudah panglima tertinggi bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa tidak boleh impor karena stok kita banyak, seluruh warga negara Indonesia, apalagi aparat atau pegawai harus patuh,” tegas Amran.

Dia mengungkapkan, kecurigaan pemasukan beras tersebut sudah direncanakan, karena izin impor dari Thailand telah terbit sebelum rapat koordinasi digelar di Jakarta pada 14 November.

“Dan ada yang menarik, rapatnya di Jakarta. Minta rapat, rakor. Belum ada persetujuan. Kami tanya Dirjen. Kami tanya Deputi Apakah Anda menyetujui? Ternyata dalam risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan,” jelas Amran.

“Yang kedua rapatnya tanggal 14 di Jakarta, tetapi izinnya dari Thailand sudah keluar berarti ini sudah direncanakan. Memang sudah direncanakan,” sambung dia.

Amran membantah harga beras Thailand dan Vietnam lebih murah menjadi alasan impor beras tersebut. Menurut dia, murahnya beras tersebut lantaran Indonesia tidak mengimpor beras.

“Iya, memang murah karena Indonesia tidak mengimpor beras. Dua tahun terakhir kita impor 7 juta ton lebih. Itu nilainya dengan jagung kurang lebih Rp 100 triliun,” ungkap dia.

Saat ini stok beras Indonesia melimpah. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan pada akhir tahun ini produksi padi Indonesia mencapai 34,7 juta ton. Artinya ada kenaikan 4,15 juta ton, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami sampaikan izin Bapak Presiden beras kita cukup. Malah lebih dari cukup. Bahkan diperkirakan akhir tahun itu adalah stok tertinggi. Kami perkirakan karena tinggal satu bulan,” imbuh Amran.

Reporter: Supianto
Join us on Google News: https://bit.ly/3K0ZGkF

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini