Mas Dar yang Suka Sarapan di Pasar Tradisional

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono sarapan pagi bersama pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Agustus 2024. (Foto: Ist)

Pagi ini, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mencuri perhatian publik dengan aktivitas uniknya: sarapan pagi bersama pedagang. Kali ini di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini bukanlah hal baru bagi Sudaryono, yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia. Dia menegaskan bahwa rutinitas ini telah menjadi bagian penting dari kegiatannya, bahkan sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri.

“Ini memang bukan sesuatu yang baru saya lakukan setelah menjadi Wakil Menteri, tapi sudah merupakan kebiasaan saya,” ungkap Sudaryono.

“Kadang-kadang, ketika saya keluar kota, sarapan pagi saya selalu di pasar tradisional. Ini adalah salah satu cara kami untuk meramaikan pasar, mengundang orang-orang untuk datang dan melihat pasar secara langsung,” sambungnya.

Pria yang biasa disapa Mas Dar ini menjelaskan bahwa pasar tradisional memiliki ciri khas yang telah ada sejak sebelum Indonesia Merdeka. Biasanya, pasar-pasar ini terletak di lokasi strategis dan memiliki daya tarik tersendiri. Namun, sering kali pasar tradisional menghadapi tantangan, terutama ketika ada rencana pembangunan mall atau apartemen yang menggantikan pasar tersebut.

Di Jakarta, Mas Dar memberikan apresiasi kepada Perusahaan Daerah Pasar Jaya dan Gubernur Jakarta atas upaya mereka dalam mempertahankan pasar tradisional dan melakukan perbaikan serta revitalisasi pasar-pasar tersebut.

“Pasar tetap dipertahankan dan beberapa sudah diperbaiki,” tambah Mas Dar.

Selain itu, Mas Dar mencatat beberapa program yang sedang dipertimbangkan untuk meramaikan pasar tradisional, seperti digitalisasi pasar dan penyelenggaraan festival di pasar.

“Kami berharap semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan pusat, dapat mendukung belanja di pasar tradisional dan warung perumahan. Uang yang kecil bagi sebagian orang bisa sangat berarti bagi rakyat yang berada di pasar tradisional dan pelosok desa,” jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya kerjasama semua pihak dalam usaha mensejahterakan rakyat, dengan melibatkan pemerintah daerah, pusat, serta berbagai instansi terkait.

Ketika ditanya mengenai alasan kebiasaannya sarapan di pasar, Mas Dar menjawab dengan santai, “Pasti enak lah. Makan di tengah pasar pasti tidak ada makanannya yang tidak enak. Anda bisa buktikan sendiri, karena mereka sudah bertahan bertahun-tahun, berarti ada pelanggan setianya. Kalau tidak enak, pasti sudah gulung tikar.”

Sebagai bagian dari komitmennya, dia berencana untuk terus mengunjungi pasar tradisional, baik di Jakarta maupun selama kunjungan ke daerah lain. Dia meyakini bahwa kunjungan tersebut merupakan cara efektif untuk mendukung dan mempromosikan pasar tradisional di seluruh Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini