Pemkab Cilacap Dukung Peluncuran MIRAVIS Duo untuk Tingkatkan Produktivitas Padi

0
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Cicik Setyorini,
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Cicik Setyorini, yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, saat peluncuran MIRAVIS Duo® di Desa Glempang, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (4/6).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mendukung kolaborasi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus menjaga peran daerah tersebut sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Cicik Setyorini, yang mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, saat peluncuran MIRAVIS Duo® di Desa Glempang, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (4/6).

Menurut Cicik, Kabupaten Cilacap memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung padi nasional. Saat ini, luas lahan baku sawah di daerah tersebut mencapai sekitar 66.000 hektare. Pada 2025, produksi padi Kabupaten Cilacap tercatat mencapai 855.042 ton gabah kering giling (GKG).

Selain itu, Kabupaten Cilacap membukukan surplus beras sebesar 321.000 ton pada 2025. Bahkan, setiap tahun daerah tersebut rata-rata menghasilkan surplus beras sekitar 300.000 ton yang berkontribusi terhadap pasokan pangan nasional.

“Kabupaten Cilacap adalah salah satu kabupaten yang mempunyai amanah besar, yaitu sebagai salah satu lumbung padi nasional,” kata Cicik.

Cicik mengatakan budidaya padi menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), petani juga dihadapkan pada kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. 

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pertanian mendukung hadirnya teknologi perlindungan tanaman untuk membantu petani mengelola berbagai risiko budidaya.

“Apa yang dilakukan oleh PT Syngenta ini merupakan salah satu inovasi di bidang budidaya pertanian, tanaman padi terutama, dengan diluncurkannya MIRAVIS Duo®.  Dengan inovasi yang tepat akan dapat membantu kita semuanya,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta dapat terus diperkuat sehingga produktivitas dan kualitas panen padi di Kabupaten Cilacap semakin meningkat.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto ditemui pada peluncuran MIRAVIS Duo® untuk padi, sebuah fungisida inovatif berbasis teknologi ADEPIDYN™, di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (4/6).

Sementara itu, Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto mengatakan peluncuran MIRAVIS Duo® di Kabupaten Cilacap menjadi momen penting bagi perusahaan karena Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan teknologi tersebut untuk tanaman padi.

Menurutnya, Cilacap dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu sentra produksi padi strategis sekaligus lumbung padi nasional.

“Hari ini kita bersama menulis sejarah baru. MIRAVIS Duo® dengan teknologi ADEPIDYN™ untuk tanaman padi diluncurkan pertama kali di seluruh dunia di Indonesia,” kata Eryanto.

Ia mengatakan sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin nyata, mulai dari serangan penyakit tanaman hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan tanaman, menurunkan produksi dan kualitas gabah, serta berdampak pada pendapatan petani.

Karena itu, Syngenta menghadirkan MIRAVIS Duo® sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan petani di lapangan.

MIRAVIS Duo® dirancang untuk memenuhi kebutuhan petani akan solusi pengendalian penyakit yang andal, memberikan perlindungan yang kuat dan konsisten, sekaligus menjaga tanaman tetap sehat, lebih hijau, dan bersih, sehingga mendukung potensi hasil panen yang lebih tinggi.

“Peluncuran produk MIRAVIS Duo® hari ini adalah kontribusi Syngenta untuk mendukung petani dan mendukung agenda ketahanan pangan serta swasembada beras nasional,” ujarnya.

Eryanto menambahkan, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan sinergi antara pemerintah, petani, swasta, penyuluh pertanian, dan mitra usaha. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar inovasi pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Ia berharap kehadiran MIRAVIS Duo® dapat membantu petani menghadapi musim tanam yang semakin menantang, menjaga kesehatan tanaman, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Repoter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini