
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengajak sekitar 2.000 kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak membiarkan pekarangan dan lahan di sekitar rumah terbengkalai, melainkan memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Rapat Kerja Nasional IPM bertema “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak” di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (18/7).
Menurut Mentan Amran, generasi muda perlu mulai menciptakan peluang sejak dini, termasuk dengan memanfaatkan sektor pertanian sebagai ruang pengabdian sekaligus peluang ekonomi. Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, namun membutuhkan generasi yang mau bergerak dan mengelolanya.
“Jangan biarkan ada lahan tidur di sekeliling Anda. Kalau ada lahan, bangunkan. Disewa, dimiliki, atau tanah sendiri, jangan biarkan lahan tidur,” tegasnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Menurut Mentan Amran, pertanian tidak selalu harus dilakukan dalam skala luas, tetapi dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan memanfaatkan ruang yang tersedia sebagai bagian dari gerakan masyarakat yang produktif.
“Kalau mau, ada program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Cabai tanam lima pot saja, satu keluarga bisa selesai. Kalau makan cabai, bijinya jangan dibuang, tanam saja. Begitu suburnya negara kita,” ujarnya.
Selain mengajak generasi muda memanfaatkan pekarangan dan lahan secara produktif, Mentan Amran juga memotivasi para kader IPM agar berani bermimpi besar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.
“Ada dua pilihan. Satu, struggle now, bekerja keras sekarang, nanti menikmati setelah 15 tahun kemudian. Atau enjoy now, bersenang-senang sekarang, tetapi struggle for life nanti,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran menegaskan bahwa pelajar Muhammadiyah merupakan bagian dari generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh kader IPM untuk memiliki mimpi besar yang dibarengi dengan tindakan nyata.
“Anak-anakku, Anda adalah harapan bangsa yang akan mengubah peradaban Republik Indonesia menjadi lebih baik. Bermimpilah besar, bertindaklah besar, kemudian persisten. Jangan pernah menyerah,” katanya.
Menurut Mentan Amran, mimpi tidak akan membawa perubahan apabila tidak disertai dengan kerja keras dan keberanian mengambil langkah. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin dan ketekunan.
“Mudah membuat mimpi, mudah membuat gagasan. Yang paling sulit adalah bermimpi dan bertindak. Kalau sudah bertindak, harus persisten, tidak boleh menyerah,” ujarnya.
Mentan Amran menekankan bahwa keberhasilan tidak datang dari kenyamanan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan kemauan untuk terus bergerak. Menurutnya, generasi muda harus membangun mental produktif agar mampu menjadi pihak yang memberi manfaat, bukan bergantung pada bantuan.
“Rezeki memang di tangan Tuhan, tapi kalau kamu tidur terus, Tuhan pun angkat tangan. Allah mencintai orang yang bekerja keras,” katanya.





























