Sinar Mas Research & Development telah mengembangkan benih Dami Mas, hasil persilangan pohon unggul terpilih, dengan kandungan minyak dan berat tandan yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas tradisional.
Inovasi terbaru ini merupakan varietas benih yang tahan terhadap penyakit jamur dan memiliki kurang dari 0,1 persen kontaminasi dura di perkebunan, penyebab pembusukan batang yang berdampak buruk pada hasil panen kelapa sawit.
Tim Research & Development (R&D) Sinar Mas Agribusiness and Food, Mohammad Naim mengatakan, benih Dami Mas ini telah memenuhi standar yang ketat dalam kemurnian genetik, kemampuan berkecambah, dan ketahanan terhadap penyakit.
Hal ini memastikan petani mendapatkan benih yang unggul dan berkualitas tinggi sehingga hasil panen dapat diperkirakan dan meminimalisir risiko.
“Benih bersertifikat dapat mengubah lanskap jika dipilih dan dipelihara dengan cermat,
memberikan harapan bagi petani. Benih-benih tersebut telah melalui pengujian dan penyaringan yang ketat oleh departemen R&D,” kata dia dalam keterangan persnya di terima di Jakarta, Rabu (11/12).
Naim menambahkan, benih bersertifikat dikembangbiakkan untuk menghasilkan kinerja terbaik, dengan hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas yang lebih tua dan tidak bersertifikat.
“Hal ini berarti lebih banyak minyak yang dihasilkan setiap pohonnya, meningkatkan pendapatan petani, dan pada akhirnya lebih sedikit lahan yang dibutuhkan untuk perkebunan,” jelas Naim.
Di sisi lain, Naim juga menyampaikan bahwa benih bersertifikat saja tidak cukup untuk memberikan hasil yang diharapkan. Praktik penanaman kembali yang baik harus dilengkapi dengan benih berkualitas tinggi.
“Melakukan proses identifikasi dan penggantian pohon yang tidak produktif memungkinkan penggunaan benih berkualitas tinggi, mengoptimalkan hasil panen dan memanfaatkan sumber daya. Pendekatan yang ditargetkan ini meminimalkan gangguan terhadap lahan dan menjaga produktivitas perkebunan secara keseluruhan, memastikan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan,” jelas Naim.
Manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Menurut, Naim, penanaman kembali dengan benih yang lebih baik akan meningkatkan ketahanan jangka panjang bagi industri ini.
Seiring dengan meningkatnya perubahan iklim, benih unggul menawarkan adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan, sehingga dapat mempertahankan potensi produksi di masa depan.
Menyadari potensi maksimal dari benih bersertifikat, Sinar Mas Agribusiness and Food juga telah mendorong penggunaan benih bersertifikat dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), program yang bertujuan meremajakan perkebunan sawit yang sudah tua.
“Hingga saat ini, program PSR telah mendukung 16.300 petani swadaya dalam meremajakan 32.700 hektare lahan dengan benih bersertifikat,” kata Naim.
Terlepas dari keunggulan yang tampak jelas dari benih bersertifikat, petani swadaya sering
menghadapi kendala yang signifikan dalam mendapatkannya karena sumber daya yang
terbatas dan kurangnya pengetahuan mengenai Praktik Pertanian yang Baik (Good
Agricultural Practices/GAP).
Anggaran yang terbatas sering kali membuat mereka tidak mampu membayar harga premium yang melekat pada benih bersertifikat, padahal benih bersertifikat menjanjikan hasil panen yang lebih tinggi dan ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit.
Hal ini mendorong mereka untuk memilih benih yang lebih murah dan
tidak bersertifikat, sehingga berpotensi menurunkan produktivitas dan kerusakan
lingkungan. Permasalahan ini diperparah dengan adanya kesenjangan pengetahuan.
Banyak petani swadaya yang tidak memiliki akses terhadap informasi mengenai manfaat benih bersertifikat, praktik terbaik dalam penggunaannya, dan bahkan informasi mengenai tempat untuk membelinya.
Minimnya kesadaran ini memperpanjang siklus ketergantungan pada benih yang tersedia, namun seringkali tidak bersertifikat, sehingga menghambat kemampuan mereka untuk meningkatkan mata pencaharian dan berkontribusi pada produksi kelapa sawit yang berkelanjutan.
Kolaborasi antara program PSR dan benih bersertifikat sangatlah penting. Program ini
berperan sebagai jembatan untuk meningkatkan akses terhadap benih bersertifikat bagi
petani swadaya.
Program ini juga mempermudah akses terhadap bantuan keuangan sehingga petani swadaya dapat memperoleh modal yang diperlukan untuk membeli benih berkualitas unggul untuk menggantikan pohon kelapa sawit yang sudah tua dan tidak produktif.
Untuk diketahui Dami Mas merupakan salah satu penyedia benih DxP terbaik di Indonesia dengan produksi tahunan sebesar 25 juta benih kecambah. Benih Dami Mas DxP terkenal dengan hasil panen dan rasio ekstraksi minyaknya yang tinggi-dua sifat yang sangat dicari oleh para petani kelapa sawit.
Fakta tentang Benih Dami Mas:
- Terbukti dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi agro-ekologi.
- Tahan terhadap Ganoderma dan kekeringan.
- Â Dikenal karena produktivitasnya.
- Â Memungkinkan produksi buah lebih awal.
- Â Panen lebih awal pada usia 24 bulan.
- Â Tingkat ekstraksi dan produksi minyak yang lebih tinggi, menghasilkan 8-10 ton per hektare.
- Â Lebih dari 26-36 ton tandan buah segar (TBS) dalam waktu 3-8 tahun.
- Â Total produksi minyak sebesar 9 ton per hektare.
- Â Tingkat ekstraksi minyak sebesar 24 persen, dan tingkat ekstraksi minyak kernel sebesar 6 persen.





























