Mentan Amran Akselerasi Program Prioritas Prabowo

0
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman pada Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2024. (Foto: Kementan/Majalah Hortus)

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman siap mendukung dan menyukseskan program besar Presiden Prabowo Subianto, mulai dari swasembada pangan hingga energi pada tahun 2025.

Demikian disampaikan Mentan Amran seusai Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertanian (Kementan) membahas Kesiapan Produksi Pangan Jelang Nataru dan Masa Tanam 2025, di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (23/12).

Mentan Amran menjelaskan, ada empat program prioritas Presiden Prabowo yang harus disukseskan oleh Kementan, yaitu swasembada pangan, pangan bergizi, biofuel, dan hilirisasi pertanian.

“Program prioritas adalah swasembada pangan, pangan bergizi kita harus topang, kemudian biofuel, dan hilirisasi. Ada empat program utama beliau. Arahan beliau, kita fokus swasembada,” kata Mentan Amran.

Untuk mencapai swasembada, Mentan Amran menjelaskan, pihaknya melakukan program cetak sawah (ekstensifikasi) dan optimalisasi lahan (intensifikasi) untuk meningkatkan produksi padi nasional.

“Rencana kita ke depan di tahun 2025, kita sudah siapkan dari sekarang. Untuk oplah dan cetak sawah, persiapan cukup bagus. Kami minta seluruh penanggung jawab oplah dan cetak sawah untuk tingkatkan,” tutur dia.

Pria yang baru saja mendapat kenaikan pangkat jabatan Lektor Kepala di Universitas Hasanuddin (UNHAS) ini mengatakan bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam membangun ataupun rehabilitasi infrastruktur irigasi.

“Swasembada turunan adalah kita perbaiki irigasi bekerja sama dengan Kementeria PU dan kita rapat lagi finalisasi di hari Jumat nanti,” ungkap Mentan Amran.

Lantas, untuk menyukseskan program makan bergizi, lanjut Mentan Amran, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

“Kemudian yang lainnya, seperti pupuk, alat mesin pertanian (Alsintan), kemudian olah tanah, dan cetak sawah itu tanggung jawab penuh di Kementan,” tutur pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini.

Dia menegaskan bahwa petani tidak boleh dipersulit untuk mengakses sarpras tersebut. Khusus untuk pupuk bersubsidi, Kementan telah mengambil upaya strategis untuk menyederhanakan alur pendistribusiannya.

“Aturan pupuk sudah kami tanda tangani dan 1 Januari 2025 petani sudah bisa langsung gunakan. Jadi ke petani langsung. Intinya petani tidak boleh dipersulit,” tegas Mentan Amran.

Mentan Amran optimistis berbagai program dan kebijakan tersebut dapat mendongkrak produksi padi nasional guna menjaga ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman perubahan iklim dan konflik geopolitik.

Untuk itu, dia berharap semua pihak dapat memberikan andil terbaiknya serta saling bahu-membahu mewujudkan cita-cita swasembada pangan.

“Bapak Presiden Prabowo selalu menekankan kita memberikan yang terbaik untuk bangsa dan saling bersinergi. Semoga kita bisa merealisasikan swasembada secepat-cepatnya,” tutup Mentan Amran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini