
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia.
Menurut dia langkah-langkah strategis yang dilakukan Kementan mencerminkan komitmen tinggi dalam menjaga kesehatan hewan ternak sekaligus mendukung keberlanjutan sektor peternakan nasional.
“Saya lihat Kementan sudah cukup sigap dalam mengatasi problem PMK ini,” kata Ahmad Muzami saat mengunjungi Kawasan Usaha Peternakan Sapi Perah (KUNAK) di Bogor, baru-baru ini.
Ahmad Muzani mencontohkan, saat ada temuan kasus PMK di Jawa Timur, Kementan, dalam hal ini Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), langsung bergerak cepat untuk menangani masalah tersebut.
“Ditjen Peternakan sudah cukup sigap dan sudah saya lihat sendiri Menteri Pertanian dan Dirjen Peternakan bergerak sigap menangani persoalan itu,” ujar Ahmad Muzani di hadapan sejumlah peternak.
Pada kesempatan yaang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda menjelaskan Kementan telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan PMK di Indonesia.
Upaya-upaya tersebut antara lain mencakup percepatan vaksinasi ternak, memperketat pengawasan lalu lintas hewan, dan memberikan edukasi mengenai biosekuriti atau pengendalian penyakit kepada para peternak.
Lebih lanjut, Agung menambahkan bahwa sejak Desember 2024, Kementan telah menerapkan berbagai kebijakan guna meminimalkan dampak PMK.
“Kami telah meminta kepada seluruh dinas peternakan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas ternak di pasar, disinfeksi area peternakan, serta edukasi kepada peternak agar tidak memperjualbelikan ternak yang sakit,” kata dia.
Selain itu, jika ditemukan kasus ternak sakit, pasar ternak yang bersangkutan harus ditutup sementara selama 14 hari. Langkah ini diperkuat dengan Surat Menteri Pertanian tertanggal 3 Januari 2025 yang ditujukan kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.
Selanjutnya, Agung juga memastikan, ketersediaan daging sapi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti puasa dan Lebaran, akan tetap terjamin.
Kunjungan Ahmad Muzani ke KUNAK Bogor menjadi kesempatan bagi dirinya untuk berdialog langsung dengan para peternak. Dia mendengarkan aspirasi serta masukan terkait tantangan yang dihadapi peternak, khususnya dalam menjaga produktivitas di tengah ancaman PMK.
Kemudian Ahmad Muzani juga meninjau fasilitas di KUNAK, termasuk kandang sapi perah dan fasilitas cooling unit. Dia menilai, KUNAK ini dapat menjadi model bagi pengelolaan peternakan di wilayah lain di Indonesia.





























