
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam riset dan pengembangan teknologi pertanian yang aplikatif.
Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima audiensi dari Rektor UNS, Prof. Hartono di Kantor Pusat Kementan (Kanpus Kementan), Jakarta Selatan, pada Senin (3/3).
Mentan Amran menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dalam menghadapi tantangan pertanian nasional, termasuk peningkatan produktivitas, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan penguatan ketahanan pangan.
“Kementan siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi termasuk UNS dalam riset dan pengembangan teknologi pertanian yang aplikatif. Kita harus memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi dapat langsung diterapkan oleh petani di lapangan,” kata Mentan Amran.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNS, Hartono, menyampaikan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung program Kementan. Salah satunya melalui keterlibatan dalam survei investasi desain (SID) pada pengembangan cetak sawah dan optimalisasi lahan.
“Hari ini kami laporkan ke Bapak Menteri hasil survei investigasi desain (SID) yang telah kami lakukan. Alhamdulillah 4.700 hektare sudah kita selesaikan untuk optimalisasi lahan di Kalimantan Tengah tepatnya Kabupaten Kapuas dan 10.400 hektare untuk cetak sawah,” jelasnya.
Hartono mengemukakan bahwa hasil survei investigasi desain (SID) dapat menjadi rekomendasi dalam pengelolaan lahan yang lebih efektif, termasuk analisis tanah, irigasi, dan desain optimalisasi lahan.
“Kami melakukan survei dan investigasi bagaimana tanahnya, irigasinya, pintu airnya, sampai membuat desain agar lahannya bisa dioptimalkan,” terang dia.
Ia menambahkan bahwa pendampingan dari pemerintah diperlukan agar program cetak sawah dan optimalisasi lahan dapat memberikan hasil yang baik.
“Dari hasil SID tadi, saya kira pemerintah tidak hanya mencetak sawah tetapi juga memberikan pendampingan agar dapat menghasilkan dengan baik. Saya kira fasilitas pendampingan menjadi penting untuk keberhasilan program ini,” ujar dia.
Selain itu, Hartono juga mengemukakan bahwa UNS berkomitmen melakukan riset pertanian guna mendukung program strategis Kementan. Dengan riset varietas unggul berproduktivitas tinggi terutama di komoditas pangan dapat mendorong peningkatan produksi padi nasional.
“Kami melakukan banyak riset terkait dengan tanaman pangan, seperti padi, jagung, kedelai, dan sebagainya yang juga menjadi fokus Kementan. Di samping juga kami melakukan riset bidang lain seperti di hortikultura,” ungkap dia.
Dengan sinergi ini diharapkan dapat mendorong produktivitas pertanian dan memastikan hasil riset akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi petani dan pembangunan sektor pertanian Indonesia.





























