Pengamat Kebijakan Publik Optimistis Swasembada Pangan Segera Terwujud

0
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto melaksanakan kunjungan kerja perdananya di Kabupaten Merauke, pada Minggu, 3 November 2024. (Foto: Kementan)

Pengamat kebijakan publik dari Spora Communication, Rizky Fajar Meirawan menilai capaian panen raya padi tahun 2025 layak mendapat apresiasi publik yang luas. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Januari–Maret 2025 mencapai 62,00 persen. 

Angka ini diperkirakan akan bertambah signifikan apabila dihitung hingga Januari–Mei, dengan proyeksi sebesar 16,62 juta ton atau naik 1,83 juta ton (12,40 persen) dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 14,78 juta ton.

Ini menjadi capaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan mencerminkan pemulihan signifikan di sektor pertanian.

Rizky mengatakan, keberhasilan ini mencerminkan kinerja konkret Kementerian Pertanian (Kementan), yang dikomandoi Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Saya kira memang wajar Amran mendapat tingkat kepuasan publik tertinggi. Beliau berhasil memenuhi kebutuhan pupuk yang mencapai 100 persen, memangkas birokrasi berbelit, dan meningkatkan produksi,” kata Rizky di Jakarta, Rabu (16/4).

Adapun, keberhasilan Kementan meningkatKan produksi pada saat kekeringan panjang akibat El Nino ini berkat implementasikan program pompanisasi dan pipanisasi.

“Jika, tren ini berlanjut, saya optimis tisswasembada pangan bisa tercapai dalam waktu dekat. Kinerja Mentan Amran sangat konkret dan berdampak,” tegas Rizky.

Keberhasilan Amran dalam meningkatkan produksi pertanian nasional memang mendapatkan sorotan dan apresiasi luas, terutama setelah suksesnya panen raya serentak di 14 provinsi.

Capaian tersebut dinilai sebagai bukti nyata kinerja yang terukur, responsif, dan berpihak kepada petani. Tidak mengherankan jika Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi.

“Menteri Pertanian kerja sangat keras. Tiap kali saya cari beliau, selalu ada di sawah, ada di daerah. Satu hari di Kalimantan Barat, besoknya di Merauke, lalu di Lampung. Dan Alhamdulillah, sekarang kita lihat hasilnya,” ujar Presiden Prabowo, Senin (7/4).

Terpisah, Amran mengatakan,  lonjakan produksi ini merupakan hasil dari serangkaian kebijakan strategis seperti percepatan tanam, distribusi pupuk dan benih unggul, modernisasi pertanian, bantuan petani, revitalisasi irigasi, hingga pengendalian impor pangan.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama dan arahan langsung Presiden Prabowo. Kami ingin pastikan petani mendapatkan dukungan maksimal dan negara hadir saat dibutuhkan,” ujar Amran.

Amran juga menambahkan bahwa serapan gabah oleh Bulog naik drastis hingga 2.000 persen, dari 35.000 ton menjadi 800.000 ton, tertinggi sejak tahun 2015.

Kebijakan penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram juga dinilai sebagai insentif penting yang memperkuat daya beli petani dan semangat mereka di tengah tantangan perubahan iklim global.

Dampak kerja nyata Mentan Amran juga terlihat dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang menempatkannya sebagai menteri dengan tingkat kepuasan publik tertinggi, yakni sebesar 89,4 persen. Survei dilakukan pada 20–28 Januari 2025 terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan menyatakan, angka tersebut mencerminkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap kebijakan dan program kerja Mentan Amran yang dirasakan langsung oleh publik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini