Harga rata-rata beras medium dan premium di tingkat konsumen masih belum turun di seluruh wilayah, meski pemerintah telah menggencarkan penyaluran beras program SPHP dan bantuan pangan beras.
Menyitir data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Senin (28/7) pukul 15.50 WIB, harga beras di semua zona masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Untuk kategori beras medium, rata-rata harga nasional mencapai Rp 14.409 per kilogram, atau 15,27 persen di atas HET nasional sebesar Rp 12.500.Â
Di tingkat provinsi, Zona 3 mencatat harga tertinggi sebesar Rp 16.457, atau 21,9 persen di atas HET. Disusul Zona 2 dengan harga Rp 14.606 (11,5 persen), dan Zona 1 sebesar Rp13.925 (11,4 persen).
Untuk kategori beras premium, harga rata-rata nasional mencapai Rp 16.147 per kilogram, melebihi HET nasional sebesar Rp 14.900, atau terdapat disparitas sebesar 8,37 persen.Â
Zona 3 mencatat harga tertinggi dengan rata-rata Rp 18.150, atau 14,87 persen di atas HET. Zona 2 mencatat harga Rp 16.572 dengan disparitas 7,61 persen, sedangkan Zona 1 sebesar Rp 15.489, atau 3,95 persen di atas HET.
Selain harga beras, komoditas lainnya seperti Minyakita juga mengalami kenaikan. Rata-rata harga Minyakita di pasar nasional tercatat sebesar Rp 17.544 per liter, atau 11,75 persen di atas HET nasional yang ditetapkan sebesar Rp 15.700.
Provinsi Papua Selatan mencatat harga tertinggi dengan Rp 21.200 per liter, atau 35,03 persen di atas HET.Â
Disusul Papua Barat sebesar Rp 20.000 (27,39 persen), dan Papua sebesar Rp19.421 (23,7 persen). Kenaikan signifikan juga terjadi di Maluku dan Nusa Tenggara Timur, masing-masing sebesar Rp 19.324 (23,08 persen) dan Rp 19.019 (21,14 persen).
Sementara itu, sejumlah provinsi di wilayah barat Indonesia masih mencatat harga yang lebih moderat. Provinsi seperti D.I Yogyakarta (Rp16.335, atau 4,04 persen), Jambi (Rp16.614, atau 5,82 persen), dan Jawa Tengah (Rp16.630, atau 5,92 persen) tercatat memiliki selisih harga yang relatif lebih rendah dibandingkan provinsi-provinsi di wilayah timur.
Untuk diketahui, sebagai bagian dari upaya stabilisasi, pemerintah menargetkan penyaluran beras SPHP sebesar 1,3 juta ton sepanjang tahun ini. Sementara itu, program bantuan pangan ditargetkan mencapai 360 ribu ton.
Hingga saat ini, berdasarkan data dari laman resmi Perum Bulog, realisasi penyaluran beras SPHP baru mencapai 183.764 ton, sementara bantuan pangan tercatat sebesar 92.357 ton.






























