
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melepas pengiriman bantuan kemanusiaan tahap ketiga bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat. Kali ini bantuan dirim menggunakan KRI Makassar-590.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan 70 truk sesuai kebutuhan yang diajukan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Yang pertama, hari ini kami menerima laporan ada 70 truk. Kedua, jenis bantuannya sesuai permintaan lapangan, mulai dari kasur, minyak goreng, mi instan, sosis dan makanan siap saji, perlengkapan mandi, sabun, hingga alat penjernih air dan genset untuk penerangan,” ujar Amran saat melepas bantuan di Komando Lintas Laut Militer, Jakarta, Selasa (16/12).
Dia menegaskan, pengiriman bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan dan akan terus dilanjutkan secara bertahap.
“Untuk berikutnya, insyaallah kami tetap berupaya mengirim bantuan. Mohon doanya,” katanya.
Amran menyampaikan, bantuan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia agar seluruh kementerian dan lembaga turut meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut untuk mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak.
“Ini pengapalan ketiga yang kami berangkatkan. Bantuan terdiri dari dua sumber, yakni bantuan negara dan bantuan sukarela,” jelas dia.
Untuk bantuan negara, pemerintah telah menyalurkan sekitar 44.000 ton beras dan 6.000 ton minyak goreng, serta kebutuhan lainnya dengan total nilai sekitar Rp1 triliun.
Sementara itu, bantuan sukarela dihimpun melalui program Kementan Peduli yang berasal dari pegawai Kementerian Pertanian dan mitra strategis, termasuk BUMN pangan seperti Bulog, PIHC, ID FOOD, serta PTPN, dengan total nilai mencapai Rp75 miliar.
Amran juga menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor, mulai dari BNPB, Kementerian Koordinator, Kementerian Dalam Negeri, hingga jajaran TNI dan Kementerian Pertahanan. Ia secara khusus mengapresiasi peran TNI Angkatan Laut dalam memastikan bantuan dapat sampai ke lokasi terdampak.
“Tanpa kolaborasi ini, bantuan tidak mungkin bisa sampai ke lapangan. Ini kerja bersama untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” ujar dia.
Dia menegaskan, bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan cobaan bagi seluruh bangsa. Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk saling bergandengan tangan dan memberikan dukungan, minimal melalui doa.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa sebanyak 310 personel Marinir dikerahkan untuk mendukung tahap pra-rekonstruksi dan rehabilitasi di wilayah terdampak bencana.
“Pasukan Marinir ini disiapkan untuk mendukung persiapan rekonstruksi dan rehabilitasi bagi masyarakat terdampak bencana alam,” kata KSAL.
Pengiriman bantuan dijadwalkan diberangkatkan pada pukul 07.00 WIB dengan dukungan personel TNI AL dan Marinir yang terlibat langsung dalam misi kemanusiaan tersebut.





























