Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia akan mencapai swasembada pangan per 1 Januari, dengan waktu pencapaian yang dipercepat dari empat tahun menjadi satu tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (16/12).
Amran menjelaskan, capaian tersebut didorong oleh peningkatan produksi beras nasional sebesar 4,17 juta ton, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Insyaallah dua minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari,” ujar Amran.
Dia menambahkan, stok beras nasional diperkirakan mencapai 3,7 juta ton hingga akhir tahun, tertinggi sejak 1969, meski jumlah penduduk Indonesia kini mencapai 286 juta jiwa.
“Pada 1984, stok beras Indonesia pernah mencapai sekitar 3 juta ton dan saat itu Indonesia memperoleh penghargaan dari FAO,” tutur Amran.
Selain itu, Amran menyampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) baru saja menerima penghargaan dari FAO atas kontribusi Indonesia terhadap stabilisasi pangan global.
Menurut dia, berhentinya impor beras Indonesia turut menekan harga beras dunia dari sekitar 650 dolar AS per ton menjadi 340 dolar AS per ton, atau turun sekitar 42 persen.
“Kementerian Pertanian berkontribusi pada dunia karena di mana harga pangan pada saat kita impor, harga pangan 650 dolar per ton. Sekarang 340, turun 42 persen,” ujar Amran.
Kinerja ekspor pertanian juga menunjukkan tren positif. Hingga Agustus, ekspor pertanian tumbuh 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan proyeksi kenaikan hingga akhir tahun mencapai 33-35 persen.
Selain peningkatan produksi, Amran menyebut kesejahteraan petani juga mengalami kenaikan signifikan. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mencapai 124,36, melampaui target pemerintah sebesar 110 dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.
Dia menambahkan, khusus untuk komoditas padi, peningkatan produksi dan harga berdampak pada kenaikan pendapatan petani hingga Rp120 triliun.
Reporter: Supianto






























