Bos Bulog Sebut Harga Beras Mulai Turun

0
Guru Besar IPB University dan Tokoh Sawit Nasional, Bayu Krisnamurthi. Dok: Majalah Hortus/supianto

 

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi mengatakan, saat ini harga beras sudah cenderung menurun.

Demikian disampaikan Bayu pada Rapat Koordinasi Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idulfitri 2024 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Senin (4/3).

Bayu mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan di beberapa daerah, misalnya di Bengkulu, Jambi, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didapati pedagang telah menjual beras lebih murah saat ini.

“Kami laporkan bahwa paling tidak di titik-titik pengamatan Bulog, harga sudah mulai cenderung turun. Kita memahami misalnya kalau Pasar Johar Karawang itu turun, maka di Jakarta akan terpengaruh sekitar 2-3 minggu karena prosesnya melakukan distribusi dan penjualan,” kata dia.

Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa dan Idulfitri, kata Bayu, ada beberapa hal yang diusahan oleh Perum bulog. Pertama, menjaga jumlah stok cadangan beras pemerintah (CBP) selalu cukup, tersebar, dan sesuai kebutuhan di seluruh Indonesia.

“Saat ini yang di tangan Bulog lebih dari 1,2 juta ton. Dan kami laporkan juga dalam perjalan untuk masuk menuju gudang-gudang Bulog masih ada sekitar 400 ribu ton lagi dan tentu ini akan masuk sesuai dengan jadwalnya,” kata dia.

Bayu memastikan stok beras di seluruh Indonesia tersedia dan pihaknnya mampu melakukan pergerakan stok secara nasional dalam waktu lima hari atau satu minggu untuk menjangkau seluruh Indonesia.

“Jika bapak dan ibu melihat di gambar ini bahwa di Jakarta dan Jawa Timur jumlah stoknya cukup besar karena itu keterkaitannya dengan pelabuhan yang bisa menampung kapal-kapal besar untuk melakukan bongkar muat,” kata dia.

Setelah menyediaan stok, lanjut Bayu, pihaknya juga mempercepat penyaluran bantuan pangan beras. Hingga kini, Perum Bulog telah menyalurkan 360 ribu ton total bantuan pangan.

“Setelah stok maka yang kita lakukan untuk dua bulan ke depan betul-betul berkonsentarasi mempercepat panyaluran bantuan pangan. Januari Februari kita selesaikan dan sekaligus juga kita salurkan Maret April,” kata Bayu.

Kendati bantuan pangan beras ini tidak berhasil menurunkan harga di pasar, Bayu menilai bantuan ini telah membantu masyarakat mengakses beras.

“Kalau ada yang mengatakan bantuan pangan ini terhadap penuruan harga, benar tidak berpengaruh, tetapi ada 22 juta keluarga tidak lagi mencari beras secara terdesak untuk pergi ke pasar,” kata Bayu.

Menurut Bayu 22 juta keluarga itu merupakan yang paling sensitif terhadap harga beras.

“Sehingga apabila mereka merasa cukup pembelian 10 kg per bulan itu informasi yang kami terima mencukupi kira-kira 40-50 persen keluarga itu dalam sebulan, sehingga mereka tenang menjalani hari-harinya,” kata dia.

Di samping itu, lanjut Bayu, Bulog juga melanjutkan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) bersubsidi. Dia mengatakan telah menyalurkan kepada pengecer 50,2 persen dan distributor 45,4 persen.

Adapun terkait kelangkaan beras SPHP di Alfamart, Bayu menyebut hal itu terjadi karena ritel tersebut mengambil stok lebih sedikit dibandingkan dengan Transmart, Hypermart atau Indomaret.

“Beberapkali diberitakan misalnya seperti Alfamart yang tidak ada stoknya itu karena mereka relatif sedikit mengambilnya dibandingkan dibandingkan Transmart, Hypermart atau Indomaret,” kata Bayu.

Bayu mengatakan, walaupun mekanisme dalam hal penyaluran beras SPHP ini cukup bebas, para pengecer tetap harus mengajukan pembelian dan kuota stok yang mereka minta kepada Bulog.

“Jadi untuk SPHP ini, mekanismenya adalah pengecer ini harus mengajukan membeli atau meminta untuk mereka bisa dialokasikan beras SPHP. Mekanismenya ada unsur pertanggungjawaban keuangannya,” kata dia.

Selain program SPHP, lanjut Bayu, Bulog juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan dilaksakan oleh pemerintah daerah (Pemda).

“Jadi kami telah meminta Pimpinan Wilayah (Pinwil) Perum Bulog apabila pemda membutuhkan (beras), maka kami akan siap membantu dan mendukung,” kata Bayu

“Bulog juga memberikan dukungan kepada pemda melalui GPM selain beras SPHP, ada juga beras komersial yang tidak mengandung subsidi dan kami bisa memastikan beras komersial Bulog sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi),” imbuh dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini