
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menyatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan hilirisasi perkebunan dan peningkatan produksi peternakan. Dua program besar tersebut akan dijalankan setelah pemerintah memastikan swasembada pangan, khususnya beras dan jagung, tercapai akhir tahun ini.
“Tahun depan itu ada dua program utama besar yaitu adalah hilirisasi perkebunan dan peningkatan produksi peternakan kita,” kata Sudaryono setelah acara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (17/12).
Menurut Sudaryono, hilirisasi perkebunan akan diawali dengan program peremajaan sejumlah komoditas strategis. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 9 triliun yang dialokasikan untuk pelaksanaan program selama tiga tahun.
Komoditas yang masuk dalam program peremajaan tersebut antara lain karet, kakao (cokelat), kopi, teh, lada, tebu, kelapa, pala, tembakau, dan cengkeh.
“Sudah ada anggarannya 9 koma sekian triliun yang terbagi dalam 3 tahun. Itu ada tebu, ada kopi, ada cokelat, ada pala, lada, kemudian gambir, ada 11 komoditi,” terang Ketua Umum HKTI itu.
Hlirisasi juga akan diperkuat melalui pengembangan industri pengolahan atau turunan produksi. Pemerintah mendorong pembangunan pabrik cokelat, pabrik gula, serta pabrik pengolahan kelapa di berbagai daerah sentra produksi.
“Ini melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melibatkan petani, dan melibatkan pihak swasta. Kita sudah, sudah identifikasi di mana-mana,” kata dia.
Pogram besar kedua yang akan dijalankan Kementan dalah peningkatan produksi peternakan guna memenuhi kebutuhan protein nasional, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan pendanaan sekitar Rp 20 triliun yang akan diinvestasikan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sektor hulu peternakan, mulai dari pakan, indukan dan bakalan, bibit, hingga obat-obatan dan vaksin yang akan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.
“Sudah ada dana 20 T dari Danantara nanti diinvestasikan untuk kebutuhan pakan, kemudian indukan, apa bakalan itu, bibit, kemudian obat-obatan, vaksin, dan lain-lain yang disebar ke seluruh Indonesia,” terang dia.
Menurut Sudaryono, pelaksanaan program peternakan ini akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih, peternak lokal, serta berbagai asosiasi peternakan. Dia juga berharap HKTI dan seluruh asosiasi terkait dapat berperan aktif dalam menyukseskan dua program besar tersebut.
“Jadi program kita ke depan itu mencakup hilirisasi dan peremajaan perkebunan, termasuk industrialisasi komoditas perkebunan, serta peningkatan produksi peternakan,” ujar dia.
Dia menegaskan, sinergi lintas sektor dan keterlibatan pelaku usaha hingga petani dan peternak menjadi kunci agar hilirisasi perkebunan dan penguatan peternakan dapat berjalan berkelanjutan serta memberi dampak nyata bagi perekonomian nasional.





























