
Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, swasembada pangan merupakan parameter utama untuk menilai kemandirian dan kedaulatan suatu bangsa.
“Jadi kalau tidak swasembada pangan, negara itu tidak berdaulat,” ujar Rizal saat menjadi narasumber dalam talkshow interaktif bertema Pangan Mandiri, Masa Depan Negeri yang digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).
Menurut dia, kedaulatan pangan hanya dapat terwujud apabila suatu negara mampu mengendalikan pasokan pangannya sendiri tanpa bergantung pada impor maupun bantuan dari negara lain.
“Untuk menjadi swasembada pangan itu, suatu negara itu harus bisa mencukupi kebutuhan pangannya secara mandiri oleh negaranya sendiri. Tidak ada lagi impor ataupun bantuan dari negara manapun,” ujar Rizal.
Atas dasar itulah, sambung Rizal, pada awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2025, Perum Bulog mendapat penugasan untuk menyerap beras setara beras sebanyak 3 juta ton.
Target ini kemudian berhasil direalisasikan berkat dukungan lintas sektor, termasuk jajaran Babinsa, TNI Angkatan Darat, serta para pelaku pertanian, yang ikut memastikan penyerapan berjalan lancar.
“Alhamdulillah Bulog mampu menyerap tugas tersebut yaitu menyerap 3 juta ton. Dan penyerapan 3 juta ton ini adalah yang tertinggi sepanjang Indonesia merdeka,” ungkap Rizal.
Stok Bulog mencapai puncaknya pada Agustus 2025, yaitu 4,2 juta ton setara beras. Angka ini sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1969.
“Akhirnya, berdasarkan pernyataan Bapak Presiden Republik Indonesia saat di Purwakarta, beliau menyampaikan Indonesia dinyatakan telah swasembada pangan pada 2025,” Â tambah Rizal.
Atas capaian ini, Presiden Prabowo dan Ketua Komisi IV memberikan apresiasi, yang mendorong Bulog untuk lebih memaksimalkan tugas, fungsi, dan pelayanannya kepada masyarakat.
“Jadi jajaran Komisi IV ini menjadikan suatu lecutan bagi kami untuk Bulog lebih memaksimalkan lagi tugas dan fungsinya serta pelayanannya kepada masyarakat,” imbuh dia.
Untuk diketahui, Bulog memiliki tiga pilar utama. Pertama, bertanggung jawab terhadap ketersediaan pangan. Kedua, memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
“Ketiga, melakukan stabilisasi harga pangan, agar harga tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” pungkas dia.





























