Serikat Buruh Sepakat Tingkatkan Daya Saing Sawit

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Penerapan tata kelola perkebunan berkelanjutan menjadi suatu keharusan dalam industri kelapa sawit Indonesia. Merupakan tanggung jawab moral para pelaku industri kelapa sawit, termasuk para pekerja di industri strategis negara ini.

Hal ini disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Edward Marpaung dalam acara Training of trainers sosial dialog Indonesia sektor perkebunan kelapa sawit di Balikpapan (16/6/21).

“Kami sepakat bahwa peningkatan produktivitas dan daya saing sawit harus menjadi concern bersama. Untuk itu perlu dilakukan banyak kegiatan dan kerjasama antara pengusaha dan pekerja dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis”, Ucap Edward.

Hal Serupa disampaikan Ketua GAPKI Kaltim, Muhammadsjah Djafar yang menegaskan kesamaan peran antara pengusaha dan pekerja dalam mewujudkan industri yang berdaya saing tinggi dan tentu saja dengan tata kelola yang baik. Menurut Djafar perusahaan sawit anggota GAPKI berkomitmen untuk terus mendorong menerapkan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Kesamaan pandangan dan penempatan keseimbangan antara hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja menjadinkunci dalam peningkatan kinerja dan bersama-sama meningkatkan daya saing kelapa sawit di pasar global”, Tegas Djafar.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Kalimantan Timur (GAPKI Kaltim) , KSBSI, Dutch Employers Cooperation Program (DECP), dan CNV Internationaal ini menekankan kesamaan pandangan dan penempatan keseimbangan antara hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja menjadinkunci dalam peningkatan kinerja dan bersama-sama meningkatkan daya saing kelapa sawit di pasar global.
Saat ini lebih dari 16 juta orang bekerja di sektor kelapa sawit maka selain memberikan sumbangan bagi neraca perdagangan , sektor ini menjadi tumpuan bagi stabilitas sosial dan ekonomi bangsa Indonesia.

Acara Training yang diselenggarakan selama 3 hari tersebut diprakarsai oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Dutch Employers Cooperation Program (DECP), CNV Internationaal bekerjasama serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Timur. Acara pelatihan ini bertujuan untuk membangun komunikasi dan dialog sosial menuju hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja sesuai dengan karakter dan budaya bangsa.

Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan yang berasal dari perusahaan perkebunan anggota GAPKI Cabang Kaltim dan perwakilan Serikat Pekerja yang berafiliasi dalam KSBSI pada perusahaan tersebut. Adapun perusahaan yang ikut andil dalam pelatihan tersebut adalah PT Gawi Makmur Kalimantan, PT Jaya Mandiri Sukses, PT Tritunggal Sentra Buana, PT Telen Prima Sawit, Triputra Agro Persada, PT London Sumatera Indonesia, PT Borneo Persada Energi Jaya, PT Rea Kaltim Plantations, PT Agri East Borneo Kencana, dan PT Dharma Satya Nusantara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini