Bulog Bawa Mahasiswa Liat Langsung CBP

0
Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengajak mahasiswa ke gudang beras Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026).

Perum Bulog mengajak mahasiswa dari berbagai daerah meninjau langsung kondisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5).

Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat transparansi pengelolaan CBP sekaligus memberikan gambaran nyata kondisi stok beras nasional kepada publik, khususnya kalangan mahasiswa.

Rizal menjelaskan, pada 2026 pemerintah menugaskan Bulog menyerap gabah petani setara 4 juta ton beras. Hingga 6 Juni 2026, realisasi penyerapan telah mencapai lebih dari 2,4 juta ton atau sekitar 62 persen dari target.

“Sampai dengan hari ini tanggal 6 Juni kita sudah menyerap lebih dari 2,4 jadi hampir 62 persen kami sudah serap berasnya petani untuk target 4 juta ton,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, total stok CBP saat ini, termasuk sisa akhir tahun lalu, telah mencapai 5,23 juta ton. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia hingga tahun depan, meskipun ada potensi fenomena El Nino.

“Teman-teman walaupun nanti ada isu nanti ada El Nino di pertengahan ataupun di akhir tahun, kita masih aman stok kita banyak. Jadi, masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu,” katanya.

Sebelum kunjungan ke gudang Bulog ini, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman terlebih dahulu  melakukan  Focus Group Discussion (FGD) dengan para mahasiswa terkait tata kelola pertanian.

Ia menegaskan, saat gudang-gudang yang dimiliki Bulog hampir sebagian besar penuh. Ia mengatakan, stok beras ini dicapai hanya dalam waktu satu tahun di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.

“Gudang kita sudah full, itu stok kita beras tertinggi selama merdeka, itu 5,2 juta ton, dulu hanya 2,6 juta ton. Kapasitas gudang hanya 3 juta ton, sekarang 5 juta ton. Ini luar biasa,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan, data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Food and Agriculture Organization (FAO), dan Department of Agriculture (USDA). 

“Yang mengatakan ini swasembada produksi melompat adalah BPS. Itu independen, kemudian FAO, kemudian Amerika, United States Department of Agriculture,” ujar Mentan Amran. 

Perwakilan mahasiswa dari Universitas Trilogi Jakarta, Hanny Fatimah, mengapresiasi keterbukaan Bulog dalam menunjukkan langsung kondisi di lapangan. 

“Kami bisa melihat secara langsung proses pengolahan hingga penyimpanan beras. Ini memberikan pemahaman yang lebih utuh dan meyakinkan bahwa stok pangan Indonesia dalam kondisi aman,” ujarnya.

Sementara itu, Emon Wirawan Harefa dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) menilai kunjungan ini penting untuk membangun kepercayaan publik berbasis fakta lapangan. 

“Kami menyaksikan sendiri stok beras Bulog yang mencapai 5,2 juta ton. Ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan pangan nasional berjalan dengan baik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Bulog menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi publik, khususnya generasi muda, dalam memahami dan mengawal pengelolaan pangan nasional secara transparan dan akuntabel.

Reporter: Supianto 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini