Dam Haji Dongkrak Ekonomi Peternak Kambing dan Domba

0
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda d
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda ditemui dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami' Nurul Iman Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (27/5).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda menyebut pelaksanaan dam haji di dalam negeri berpotensi menjadi pasar besar bagi peternak kambing dan domba nasional.

Menurut Agung, jumlah kambing yang disembelih dalam program dam  haji terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Pada 2025 jumlah dam haji tercatat sekitar 10 ribu ekor, sedangkan pada 2026 melonjak menjadi 32.691 ekor.

“Insyaallah ke depan kita bisa sejumlah dengan jamaah haji kita kurang lebih 200.000 ekor,” kata Agung dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Jami’ Nurul Iman Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (27/5).

Agung mengatakan, peningkatan dam haji di dalam negeri akan memberikan dampak ekonomi besar bagi peternak lokal, terutama peternak kambing dan domba.

“Tentu ini akan mendorong perekonomian para peternak kambing dan domba kita karena kalau 200 ribu ekor untuk dam haji saja ditambah dengan untuk kurban tadi maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor yang harus disiapkan,” ujarnya.

Selain dam haji, Agung juga melaporkan bantuan sapi kurban kemasyarakatan dari Presiden Prabowo Subianto pada tahun ini mencapai lebih dari 1.000 ekor.

Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 600 ekor sapi yang disalurkan ke provinsi, kabupaten/kota, dan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta 421 ekor lainnya untuk lokasi khusus seperti istana dan organisasi kemasyarakatan.

“Alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981 ekor, sekarang 1.000 lebih,” kata Agung.

Menurut dia,  bantuan kurban Presiden merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat sekaligus dukungan bagi peternak lokal.

Untuk memastikan keamanan hewan kurban dan dam haji, pemerintah juga menerjunkan tim pemantau hewan kurban secara nasional sebanyak 8.633 orang yang terdiri dari tenaga medis veteriner, paramedis, asosiasi profesi, hingga mahasiswa fakultas kedokteran hewan dari 14 perguruan tinggi.

Agung menegaskan pemerintah terus memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban memenuhi standar kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan, dan kehalalan.

“Jadi kami betul-betul menjaga agar semuanya sesuai dengan standar karena untuk penyembelihan hewan kurban ini dapat dikecualikan penyembelihannya di luar rumah potong,” imbuh dia.

Adapun ketersediaan hewan kurban secara nasional pada Iduladha 2026 berada dalam kondisi cukup. Total prognosa ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor yang terdiri atas 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini