HET Minyakita Naik, Ini Pertimbangan Pemerintah

0
kemasan minyakita botolan
Kemasan minyak goreng Minyakita. Dok: Ist

Kementerian Perdagangan (Kementan) bersama kementerian dan lembaga di bidang pangan menyepakati perlunya penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng Minyakita.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, penyesuaian HET Minyakita mempertimbangkan harga keekonomian minyak goreng saat ini. Namun, besaran HET dan waktu penerapannya perlu melihat perkembangan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). 

“Hari ini, kami menyepakati penyesuaian HET untuk Minyakita. Harga dan waktu pelaksanaannya masih perlu melihat perkembangan harga CPO. Kami akan memonitor perkembangan harga CPO untuk menetapkan besaran HET Minyakita,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Bidang Pangan hari ini, Kamis, (4/6), 

Mendag Busan, sapaan Budi Santoso menyebut, pemerintah telah mengevaluasi nilai keekonomian minyak goreng untuk mendukung rencana penyesuaian harga Minyakita tersebut.

Sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan, antara lain, harga bahan baku CPO, biaya produksi, distribusi, hingga biaya kemasan. 

“Pada prinsipnya, hitung-hitungannya sudah ada. Harga CPO saat penetapan HET sebelumnya sudah berbeda dengan yang sekarang. Kemudian, biaya produksi, distribusi, dan kemasan juga naik. Maka, kami perlu hitung kembali harga keekonomiannya,” jelasnya.

Minyakita merupakan instrumen intervensi pasar melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Tujuannya untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri ketika harga minyak kelapa sawit global meningkat. 

Minyakita bukan minyak goreng subsidi serta tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasokannya, dipenuhi dari skema DMO dan dijual ke konsumen dengan acuan HET. Lebih lanjut, penyaluran Minyakita harus difokuskan untuk mengisi pasokan ke pasar rakyat.  

Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Bidang Pangan ini dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Turut hadir Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria dan Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini