BULOG Siap Kawal Swasembada Pangan dari Hulu hingga Hilir

0
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menghadiri Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Perum BULOG menegaskan kesiapan mengawal program swasembada pangan nasional dari hulu hingga hilir melalui penguatan penyerapan hasil panen petani, pengelolaan stok, dan distribusi pangan. Komitmen tersebut disampaikan dalam keikutsertaan BULOG pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Kegiatan yang dibuka Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada Sabtu (20/6) itu menjadi ajang strategis yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, penyuluh, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia untuk memperkuat kolaborasi pembangunan sektor pangan.

Selain menjadi wadah bertukar pengalaman dan memperluas jejaring, PENAS XVII Tahun 2026 juga mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi guna mendukung peningkatan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Gibran dalam sambutannya menyampaikan, kemandirian pangan menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain,” ujarnya.

Selanjutnya Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, kehadiran BULOG dalam PENAS XVII merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan petani, nelayan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pangan nasional.

Menurutnya, PENAS XVII menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

“Perum BULOG tidak hanya hadir di hilir melalui pengelolaan stok dan distribusi pangan, tetapi juga terus memperkuat peran di hulu dengan menyerap hasil panen petani sesuai ketentuan pemerintah. Dengan begitu, petani mendapatkan kepastian harga, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan pangan,” ujar Rizal.

Dengan mengusung semangat “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, kehadiran Perum BULOG dalam PENAS XVII menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung agenda besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dari hulu hingga hilir.

Salah satu langkah konkret yang terus dilakukan Perum BULOG adalah menyerap hasil panen petani, khususnya gabah kering panen, sesuai Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Sampai dengan tanggal 20 Juni 2026 BULOG telah menyerap sebesar 3,17 juta ton setara beras petani dalam negeri atau mencapai 80 persen dari target tahun 2026 sebesar 4 juta ton. Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan terhadap petani agar memperoleh kepastian harga dan pasar, sekaligus memperkuat ketersediaan stok pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, Perum BULOG memastikan proses penyerapan gabah beras dilakukan secara transparan, cepat, dan sesuai ketentuan. Proses tersebut juga melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta dukungan unsur TNI dan Polri di berbagai wilayah untuk memastikan kelancaran penyerapan di lapangan.

Melalui momentum PENAS XVII, Perum BULOG terus memperkuat sinergi dengan petani, nelayan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pangan untuk memastikan hasil produksi terserap optimal, stok pangan terjaga dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini