Pasca Akuisisi, Kinerja Keuangan ANJ Semakin Membaik

0

 

  • Setelah melewati masa transisi pasca akuisisi di bulan Mei 2025, Kinerja Keuangan ANJ semakin membaik. Hal ini menunjukkan di bawah manajemen baru, ANJ mampu melewati segala tantangan baik dari dalam negeri dan global. Dari data tercatat produksi Tandan Buah Segar (TBS) hingga akhir tahun 2025 adalah 767.771 ton. Produksi Crude Palm Oil (CPO) hingga akhir tahun 2025 adalah 254.131 ton. Dan untuk Palm Kernel (PK) hingga akhir 2025 adalah 51.571 ton.

  • Laporan Keuangan ANJ bila dibandingkan pada periode yang sama, yaitu Kuartal I 2026 dengan Kuartal I 2025 untuk laba bersih naik sebesar 189,5%.

  • ANJ juga tetap dengan komitmennya untuk menjalankan program kerja berdasarkan strategi mitigasi dan beradaptasi terhadap perubahan iklim dengan mengintegrasikan praktik ESG.

Jakarta, 30 Juni 2026 – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (“ANJ”; IDX: ANJT) telah menggelar Public Expose pada 30 Juni 2026 secara daring. Acara tahunan tersebut berisi paparan mengenai laporan kinerja operasional dan keuangan, serta capaian perusahaan selama tahun 2025, atau selama 7 bulan sejak proses akuisisi dan Kuartal I 2026.

Seperti diketahui di tahun 2025 hingga semester I tahun 2026, tantangan ekonomi sangat menantang, baik nasional dan global. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang menurun, suku bunga yang meningkat hingga nilai tukar rupiah yang mengkhawatirkan. Namun, ANJ dengan keyakinan tinggi tetap berusaha melaluinya dengan taktis dan terarah.

Tercatat hingga akhir 2025 produksi TBS sebesar 767.771 ton dan produksi CPO hingga akhir 2025 adalah 254.131 ton. Untuk Palm Kernel (PK) hingga akhir tahun 2025 adalah 51.571 ton.

Hal ini tercapai karena ANJ menjalankan berbagai langkah strategis untuk tetap mempertahankan posisinya, antara lain memperkuat fokus pada bisnis inti kelapa sawit, meningkatkan efisiensi operasional dan biaya, melaksanakan program replanting di sejumlah kebun, serta memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusianya.

Suhendro, Direktur Utama ANJ, mengaku cukup gembira dengan hasil produktivitas ANJ pasca akuisisi ini.

“Pasca akuisisi, kami melakukan evaluasi dan penerapan strategi yang tepat untuk tetap meningkatkan produktivitas Ton/Ha ANJ menjadi lebih baik dari sebelumnya. Langkah kami untuk menerapkan efektifitas pengelolaan kebun kelapa sawit dan divestasi bisnis yang tidak menguntungkan adalah pilihan yang tepat. Selanjutnya kami akan memperkuat core business kami di industri kelapa sawit, sehingga di akhir tahun 2026 produksi dan kinerja keuangan ANJ tetap gemilang,” ungkap Suhendro.

Dalam satu tahun terakhir, industri kelapa sawit harus menghadapi banyak tantangan. Mulai dari dinamika ekonomi dalam negeri, perubahan iklim yaitu ancaman El Niño, isu geopolitik hingga perkembangan regulasi dalam negeri dan global.

Namun, ANJ tetap yakin dan optimis mampu melaluinya dengan tetap mendorong performa operasional sesuai kebutuhan pasar. ANJ juga telah memulai program replanting di dua kebunnya di Sumatera Utara, untuk tetap menjaga rata-rata umur tanaman dalam usia produktif. Ini adalah salah satu strategi ANJ dalam menjaga keseragaman tanaman sehingga pengelolaan tanaman nantinya akan lebih efektif.

Adanya regulasi-regulasi baru yang dikeluarkan pemerintah terkait industri kelapa sawit, ANJ memberikan apresiasi yang positif. Serta siap melaksanakannya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Capaian Kinerja ANJ hingga Kuartal I 2026

Pasca akuisisi, banyak tantangan yang harus dihadapi. Pembenahan dan evaluasi dari segala sisi pun segera dilakukan. Dan hasil dari upaya ini pun cukup menggembirakan. Hingga Kuartal I 2026 produktivitas TBS adalah 142.823 ton, produksi CPO sebesar 51.437 ton. Dan tingkat Oil Extraction Rate (OER) atau Rendemen Ekstraksi Minyak mencapai 21,2%.

Hal ini membuktikan, kekhawatiran akibat proses peralihan tidak terjadi. Semua berjalan dengan baik dan tidak mengganggu jalannya operasional kebun. Terlihat dari laba bersih hingga Kuartal I 2026, yaitu mencapai Rp 231,9 miliar atau meningkat 189,5% dibandingkan Kuartal I pada tahun 2025.

“Tentunya kami sangat senang dengan hasil ini, meskipun belum setahun kami menahkodai ANJ, namun hasilnya cukup menggembirakan. Ini merupakan keberhasilan bersama, strategi yang tepat, dan ketangguhan bersama dalam menghadapi segala tantangan. Kami berkomitmen tetap akan memberikan yang terbaik dan optimis akan mencapai hasil yang lebih baik di masa depan,” ujar Suhendro.

Komitmen Terhadap Keberlanjutan

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab, empat anak usaha ANJ yaitu PT Sahabat Mewah dan Makmur, PT Austindo Nusantara Jaya Agri, PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais, dan PT Kayung Agro Lestari, telah mendapatkan sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Selain itu, pada tahun 2025, keempat kebun tersebut juga memperoleh peringkat PROPER BIRU dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang mencerminkan kepatuhan perusahaan dalam memenuhi persyaratan pengelolaan lingkungan hidup.

Komitmen kami terhadap transparansi dan akuntabilitas lebih lanjut ditunjukkan melalui keterlibatan dalam SPOTT (Sustainability Policy Transparency Toolkit), yang kami gunakan sebagai acuan transparansi kebijakan keberlanjutan perusahaan dengan perolehan skor sebesar 91,7% pada tahun 2025. Hal ini memungkinkan kami untuk mengukur kinerja dan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan secara berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.

Tantangan tidak akan pernah hilang, namun hal ini tidak menjadikan ANJ berhenti atau mundur. ANJ akan selalu optimis dan yakin mampu melaluinya. Dengan fokus pada penguatan bisnis inti, penataan portofolio usaha, dan mengoptimalkan sinergi dan kolaborasi, ANJ percaya akan memberikan hasil yang terbaik di masa depan bagi seluruh stakeholder.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini