
Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek Kelapa Sawit CWE) menggelar Wisuda Sarjana Terapan dan Ahli Madya Tahun Akademik 2022/2024 di Auditorium Gedung 2 Politeknik CWE, Bekasi, Sabtu 5 Oktober 2024.
“Pada hari ini, dengan penuh syukur dan bangga, Poltek Kelapa Sawit CWE mewisuda 153 lulusan,” kata Direktur Politeknik Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Nughroho Kristono dalam sambutannya.
Para lulusan terdiri dari 38 mahasiswa Program Studi Diploma IV Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, 42 dari Program Studi Diploma III Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit, 38 dari Program Studi Diploma III Pengolahan Hasil Perkebunan, dan 35 dari Program Studi Manajemen Logistik.
Nugroho menjelaskan bahwa para lulusan, selain mendapatkan ijazah yang menandakan kelulusan dari program studi, juga akan menerima sertifikat kompetensi.
Adapun seseorang lulusan dikategorikan kompeten pada suatu bidang atau tingkat tertentu ditunjukkan dengan kelulusan uji kompetensi yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang dipercaya oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Sertifikat kompetensi bagi para alumni sebagai pendamping ijazah untuk menambah nilai jual alumni saat melamar kerja dan berkiprah di dunia profesional perkebunan kelapa sawit dan industri pada umumnya,” ungkap dia.
Nughroho mengingatkan kembali para lulusan motto Poltek Kelapa Sawit CWE, yaitu Tanggap, Tanggon, Trengginas.
Karakter tanggap ini mencerminkan kepekaan dan kepedulian yang cepat terhadap orang lain dan lingkungan. Dalam konteks anak muda sekarang, ini berarti membangun konektivitas yang baik dan beraksi untuk kebaikan bersama
“Khusus di industri kelapa sawit, di mana ciri pekerjaan berhubungan dengan tanaman sebagai makhluk hidup, juga di pabrik dan kantor atau di bagian lainnya pun juga,menuntut saudara cepat tanggap dan mampu memberikan solusi yang tepat dan menghasilkan dampak yang nyata bagi kemajuan,” kata Nughroho.
Tanggap juga tidak lepas dari sikap rendah hati, mampu mendengarkan kemampuan dalam beradaptasi, berinteraksi, berkomunikasi, berdialog, berkolaborasi dan mampu menghargai pihak lain yang berbeda latar belakang, cara pandang, sikap dan kepentingan.
Lantas, karakter tanggon menunjukkan mental yang kuat, bersemangat dan berdedikasibdengan loyalitas tinggi dengan didukung fisik yang baik.
“Dunia persawitan meminta kita agar terus mengikuti segala bentuk dinamikanya. Hal tersebut akan membentuk insan sawit terus belajar, terutama bagaimana mengelola sawit semakin baik dan berkelanjutan di semua lininya, kebun, pabrik, kantor, sosial masyarakat dan lingkungan hidup,” kata Nughroho.
Terakhir, karakter trengginas menunjukkan karakter yang cekatan, tanggas, gesit, cepat dan tepat dalam menyelesaikan tugas atau menghadapi situasi tertentu.
Nugroho menyebut, ketiga karakter tersebut saling berkaitan dan membentuk integritas dan kepemimpinan seorang profesional sawit, baik sebagai karyawan dan pimpinan dalam membangun kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.
Di samping itu, Nughroho juga menyampaikan, khusus penerima beasiswa dari BPDPKS dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) diharuskan bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.
Hal ini karena dana beasiswa tersebut berasal dari kontribusi rakyat dan perusahaan sawit.
“Selain bekerja di perusahaan, maka pilihan kembali mengurusi kebun keluarga atau sebagai penyuluh dan pendamping peremajaan sawit rakyat, pengurus kooperasi yang intinya membantu perkebunan rakyat adalah pilihan yang sangat baik untuk mendukung peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat dan mensukseskan program pemerintah khususnya peremajaan sawit rakyat,” ungkap Nughroho.
Sebanyak 54 Alumni Langsung Bekerja
Nugroho juga menyampaikan, sebanyak 54 dari 152 lulusan atau 38 persen telah berhasil diterima bekerja di perusahaan sawit sebelum mereka diwisuda.
Ia mengucapkan terima kasih kepada beberapa perusahaan yang telah berpartisipasi dalam rekrutmen. PT. Hartono Plantation Indonesia merekrut 22 lulusan, Gunas Group merekrut 11 lulusan, dan PT. Triputra Agro Persada serta PT. Grand Utama Mandiri masing-masing merekrut 5 lulusan.
Selain itu, Musim Mas Grup merekrut 4 lulusan, PT. Damai Plantation 3 lulusan, dan PT. Kalimantan Agro Persada 2 lulusan. KPN Plantation dan BCA masing-masing merekrut 1 lulusan.
“Diharapkan proses rekrutmen yang masih berlangsung, dapat meningkatkan keterserapan lulusan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi,” ungkap Nughroho.
Pemerintah semakin mendorong peningkatan sumber daya manusia kompeten dengan pelaksanaan uji kompetensi. Tanda kelulusan berupa ijazah pendidikan tinggi menunjukkan ketuntasan menyelesaikan pendidikan di program studinya.
Sebagai tambahan, sebanyak 46 lulusan meraih predikat cum laude, terdiri dari 15 lulusan Program Studi Sarjana Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, 5 lulusan Program Studi Diploma III Budidaya Perkebunan, 8 lulusan Program Studi Diploma III Pengolahan Hasil Perkebunan, dan 18 lulusan Program Studi Diploma III Manajemen Logistik.




























