Gerakan Pangan Murah Bantu Warga Cariu Tekan Pengeluaran Belanja

0
gerakan pangan murah
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan Badan Panan Nasional (Bapanas) membantu warga Cariu mendapatkan pangan yang lebih murah. Dok: Ist

Antusiasme warga mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, pada Jumat (10/7). Masyarakat memanfaatkan program tersebut untuk membeli bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

Beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga tepung menjadi komoditas yang paling banyak diminati. Antusiasme tersebut menunjukkan, program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membantu menjaga daya beli keluarga.

Salah satu warga yang rutin memanfaatkan Gerakan Pangan Murah adalah Euis. Ia mengatakan selalu berusaha datang setiap kali program tersebut digelar. Menurutnya, selisih harga sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 dibandingkan di pasar cukup membantu menghemat pengeluaran belanja kebutuhan sehari-hari.

“Lumayan membantu. Selisihnya sekitar dua ribu sampai tiga ribu rupiah dibandingkan harga di pasar. Sayang kalau ada kesempatan seperti ini tidak dimanfaatkan,” ujar Euis.

Euis juga berharap jumlah komoditas yang disediakan dapat ditambah agar lebih banyak warga dapat memanfaatkan program tersebut. Menurutnya, sejumlah bahan pangan kerap habis dalam waktu singkat karena tingginya antusiasme masyarakat.

“Kalau bisa barangnya diperbanyak, jangan sampai jam 10 pagi sudah habis,” katanya.

Manfaat Gerakan Pangan Murah juga dirasakan Dedah. Ia mengatakan harga sejumlah bahan pangan yang dijual dalam program tersebut lebih murah dibandingkan di pasar sehingga membantu menghemat pengeluaran keluarga.

“Harganya memang lebih murah. Telur di sini Rp 22.000, kalau di pasar bisa Rp 27.000 sampai Rp 29.000, Minyak Rp 18.000, gula juga selisihnya lumayan,” tuturnya.

Ia berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus dilaksanakan secara rutin karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terlebih untuk kebutuhan pokok yang digunakan setiap hari.

Tingginya antusiasme warga tersebut, menurut Camat Cariu, Pardi, tidak lepas dari manfaat Gerakan Pangan Murah yang telah beberapa kali digelar di wilayahnya.

Ia mengatakan pelaksanaan kali ini merupakan yang keenam. Berbagai komoditas, seperti beras, tepung, gula, minyak goreng, dan telur, disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Cariu.

Komitmen menjaga keterjangkauan harga pangan juga terus diperkuat di tingkat nasional. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi pada 15 Juni 2026, Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan Gerakan Pangan Murah akan terus digencarkan bersama pemerintah daerah.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, hingga 9 Juli 2026 Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 5.868 kali di 38 provinsi dan 439 kabupaten/kota. Pelaksanaan program tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Bagi masyarakat, gerakan ini bukan sekadar menghadirkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kehadirannya membantu meringankan pengeluaran keluarga sekaligus memberikan kepastian bahwa kebutuhan pokok tetap dapat diperoleh dengan kualitas yang baik.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini