Barantin Catat Lima Komoditas Unggulan yang Sukses Kuasai Pasar Ekspor 2024

0
buruh sawit Indonesia
Buruh sawit. (Foto: Ist)

Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat bahwa sepanjang tahun 2024, terdapat lima komoditas tumbuhan unggulan yang diekspor Indonesia ke berbagai negara.

Dalam acara Refleksi Akhir Tahun di Hotel Double Tree by Hilton, Jakarta Utara, pada Rabu (19/12) malam, Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, memaparkan data ekspor yang mengesankan tersebut.

Salah satu komoditas terbesar yang tetap mendominasi ekspor Indonesia adalah sawit dan turunannya. Sahat mengungkapkan, pada tahun 2024, volume ekspor sawit Indonesia tercatat mencapai 11.735.773 ton, dengan nilai total Rp 209,9 triliun.

“Produk utama yang diekspor adalah CPO (Crude Palm Oil) dan berbagai turunannya. Beberapa negara yang menjadi pasar utama ekspor kelapa sawit Indonesia antara lain China, Jepang, dan Selandia Baru,” jelas Sahat.

Selain sawit, komoditas unggulan lainnya adalah kopi. Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu eksportir kopi terbesar di dunia, mencatatkan volume ekspor kopi pada 2024 sebanyak 177.799 ton dengan nilai mencapai Rp 14,41 triliun.

Birokrat dan peneliti Indonesia ini mengatakan, pasar utama ekspor kopi Indonesia mencakup Amerika Serikat (AS), Egypt, dan Malaysia.

Tak kalah penting, biji pinang juga menempati posisi ketiga sebagai komoditas ekspor unggulan. Pada 2024, volume ekspor biji pinang Indonesia tercatat mencapai 150.100 ton, dengan nilai ekspor sebesar Rp 5,32 triliun. 

“Negara-negara seperti Iran, India, dan China menjadi tujuan utama ekspor biji pinang Indonesia,” kata Sahat.

Sementara itu, kelapa Indonesia juga mencatatkan angka ekspor yang signifikan dengan volume mencapai 646.310 tondan nilai ekspor Rp 3,06 triliun pada 2024. 

Produk kelapa yang diekspor mencakup kelapa segar, kopra, dan santan, yang banyak diminati oleh pasar-pasar internasional. 

“Negara tujuan ekspor utama kelapa Indonesia adalah China, Malaysia, dan Thailand, di mana produk kelapa Indonesia digunakan dalam berbagai industri, termasuk pangan dan kosmetik,” kata dia.

Terakhir, manggis Indonesia, yang dikenal dengan kualitas premium, mencatatkan volume ekspor 59.562 ton dengan nilai Rp 2,02 triliun pada 2024. 

Pasar utama manggis Indonesia meliputi China, Malaysia, dan United Arab Emirates (UAE), yang terus mengimpor manggis Indonesia karena rasa dan manfaat kesehatan yang tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini