BPDP, Ditjenbun dan PT CWE Gelar Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit bagi 155 Petani Morowali Utara, Sulteng

0

Palu, 6 Juli 2026 – PT Citra Widya Education (CWE) kembali dipercaya sebagai lembaga penyelenggara Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 yang didukung oleh Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Kementerian Keuangan. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Palu pada 6–11 Juli 2026 ini diikuti oleh 155 petani kelapa sawit asal Kabupaten Morowali Utara yang terbagi ke dalam lima angkatan pelatihan.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Direktur Utama PT Citra Widya Education, Ir. St. Nugroho Kristono, M.T., Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Morowali Utara, yang diwakili Kepala Bidang Perkebunan Nursyamsa Patalolo, S.P. serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M. Turut hadir seluruh peserta pelatihan yang berasal dari berbagai desa di Kabupaten Morowali Utara, terdiri atas 128 peserta laki-laki dan 27 peserta perempuan.

Pembukaan pelatihan ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah yang didampingi oleh Direktur Utama PT Citra Widya Education serta Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Morowali Utara. Prosesi tersebut menandai dimulainya secara resmi Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan I hingga Angkatan V.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perkebunan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP). Dengan penerapan budidaya yang baik, diharapkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta keberlanjutan pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat dapat terus meningkat.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Citra Widya Education, Ir. Stefanus Nugroho Kristono, M.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selama empat tahun terakhir, PT Citra Widya Education secara konsisten dipercaya menjadi mitra penyelenggara pelatihan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan dengan dukungan pendanaan dari BPDP.

Beliau menjelaskan bahwa hingga saat ini masih terdapat kesenjangan produktivitas antara perkebunan yang dikelola perusahaan dengan perkebunan rakyat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi petani menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta kesejahteraan pekebun.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Capaian tersebut menjadi bukti pentingnya peran pemerintah, perusahaan, dan petani dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Selain berperan sebagai penghasil bahan baku pangan dan berbagai produk kesehatan, kelapa sawit juga menjadi salah satu sumber energi terbarukan melalui implementasi program biodiesel B50. Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas perkebunan rakyat agar mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus memperkuat daya saing komoditas sawit Indonesia di pasar global.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari para praktisi dan narasumber yang berasal dari berbagai perusahaan perkebunan nasional. Materi yang diberikan mencakup teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pengelolaan kebun yang berkelanjutan. Selain pembelajaran di kelas, peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung di kebun masing-masing.

PT Citra Widya Education juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para petani setelah pelatihan selesai. Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu petani dalam menerapkan hasil pelatihan dengan praktik budidaya yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi kepada PT Citra Widya Education, BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan ini. Pemerintah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan budidaya kelapa sawit sesuai standar Good Agricultural Practices (GAP) sehingga produksi tandan buah segar dapat memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kabupaten Morowali Utara dipilih sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan karena merupakan daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu lebih dari 38.000 hektare, yang terdiri atas perkebunan perusahaan, plasma, dan perkebunan rakyat. Kabupaten ini juga memiliki lima pabrik kelapa sawit yang menjadi penunjang utama industri sawit di wilayah tersebut. Potensi tersebut menjadikan peningkatan kapasitas petani sebagai langkah penting dalam mendukung pembangunan perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, diharapkan para petani mampu meningkatkan kompetensi, menerapkan praktik budidaya yang berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas kebun masing-masing. Sinergi antara Direktorat Jenderal Perkebunan, BPDP, PT Citra Widya Education, pemerintah daerah, dan para petani diharapkan dapat terus memperkuat pembangunan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang maju, produktif, dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini