Bulog Jamin Kualitas 200 Ribu Ton Beras yang  akan Diekspor ke Malaysia

0
direktur-utama-perum-perum-bulog-ahmad-rizal-ramdhani
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyaksikan penandatanganan MoU kerja sama ekspor beras Indonesia ke Malaysia oleh Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dan General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd Jumaat bin Ibrahim, Jumat (14/8).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjamin kualitas beras yang akan diekspor ke Malaysia. Ekspor tahap pertama sebanyak 1.000 ton menjadi awal dari potensi pengiriman hingga 200 ribu ton beras ke Sarawak, Malaysia.

Rizal mengatakan, perusahaan terus memperkuat pemeliharaan dan pengawasan kualitas beras di seluruh gudang. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan beras tetap sehat, bersih, tidak berkutu, dan layak dikonsumsi.

“Bulog saat ini fokus dengan pemeliharaan kualitas beras di seluruh gudang Bulog,” kata Rizal usai penandatanganan MoU kerja sama ekspor beras Indonesia ke Malaysia di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (14/8).

Dia menambahkan, perusahaan juga akan meningkatkan pembiayaan operasional gudang mulai akhir Agustus hingga awal September. Tujuannya untuk menjaga kualitas beras seiring stok yang mencapai 5,25 juta hingga 5,26 juta ton.

“Seiring dengan semakin besarnya stok kita, otomatis kita perlu menjaga kondisi beras-beras tersebut agar tetap sehat, bersih, tidak berkutu, dan tetap berkualitas serta tetap nikmat untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.

Bulog sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Malaysia untuk ekspor tahap pertama sebanyak 1.000 ton beras. Harga beras dalam kesepakatan tersebut ditetapkan sekitar Rp17.000 per kilogram, sehingga nilai ekspor tahap awal mencapai sekitar Rp17 miliar.

Pengiriman 1.000 ton tersebut dilakukan secara bertahap. Sebanyak lima kontainer akan dikirim melalui Entikong, sedangkan sekitar 950 ton lainnya direncanakan dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Kuching.

Terkait kapan ekspor akan mulai dilakukan, Rizal mengatakan Bulog masih menunggu permit atau izin dari pemerintah Malaysia. Setelah izin tersebut diperoleh, pengiriman beras akan dilakukan secara bertahap.

Dia mengatakan, kerja sama saat ini masih dalam skema business to business (B2B), sedangkan komunikasi government to government (G2G) baru dilakukan melalui sambungan telepon antara Menteri Pertanian Indonesia dan Menteri Pertanian Malaysia.

Untuk Sarawak, Malaysia, Rizal menyebut terdapat potensi permintaan hingga 200 ribu ton beras. Jika seluruhnya terealisasi, nilai ekspornya diperkirakan mencapai sekitar Rp3,39 triliun.

Selain Sarawak, terdapat pula peluang ekspor ke wilayah Semenanjung Malaysia dengan potensi permintaan sekitar 1,5 juta hingga 1,7 juta ton. Namun, Bulog tetap menunggu permintaan dan kepastian izin dari pemerintah Malaysia sebelum meningkatkan pengiriman.

Rizal menegaskan, peluang ekspor tersebut tidak akan mengesampingkan kebutuhan beras di dalam negeri. Bulog tetap memprioritaskan pasokan nasional, termasuk untuk program bantuan pangan dan menghadapi potensi El Nino.

“Insyaallah kita bisa dukung sepanjang tidak mengganggu kebutuhan nasional dalam rangka menghadapi El Nino maupun bantuan pangan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Terkait penjajakan ekspor ke Singapura, Rizal mengatakan Bulog belum mencapai tahap pembahasan lebih lanjut. Perusahaan akan berkomunikasi dengan Kamar Dagang Singapura setelah periode Agustus untuk menindaklanjuti peluang tersebut.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini