
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bergerak cepat merespons gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia langsung memerintahkan Bulog mengonsolidasikan bantuan pangan untuk masyarakat terdampak.
“Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” ujar Mentan Amran, Minggu (16/8).
Bantuan beras tersebut disiapkan untuk empat kabupaten, yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Sikka, dengan total mencapai 5.386 ton. Bantuan tersebut terdiri atas bantuan penanganan bencana dan bantuan pangan reguler, dengan total nilai sekitar Rp75,4 miliar.
Secara rinci, Kabupaten Manggarai memperoleh 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler.
Selanjutnya, Kabupaten Ngada memperoleh 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler, sementara Kabupaten Sikka memperoleh 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.
Khusus untuk bantuan kebencanaan, total beras yang dialokasikan mencapai 200,35 ton. Bantuan ini diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung dan berada dalam kondisi darurat.
Mentan Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan, pihaknya bersama Perum BULOG dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk wilayah yang mengalami kendala akses akibat dampak bencana.
“Prioritas kita adalah masyarakat. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, maupun berada di wilayah yang terdampak langsung. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan tetap aman,” tegasnya.
Mentan Amran menambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat. Pemerintah juga memastikan bantuan pangan reguler tetap berjalan agar masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses pangan.
“Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan,” jelasnya.
Mentan Amran menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat penyaluran bantuan dan koordinasi hingga kondisi masyarakat kembali pulih.
“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang merasa sendirian. Pemerintah hadir. Pangan tersedia, bantuan kita gerakkan, dan koordinasi terus kita perkuat sampai kondisi masyarakat kembali pulih. Ini adalah kerja bersama. Semua unsur harus bergerak dengan satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat,” imbuhnya.




























