Kementan Siapkan 99.000 Hektare untuk Perluasan Tanaman Kopi

0
Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi
Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi dalam Peringatan International Coffee Day di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Kamis (1/10).

Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program perluasan tanaman kopi dengan target mencapai 99.000 hektare dalam tiga tahun ke depan.

Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari alokasi anggaran multiyears senilai Rp9,9 triliun untuk hilirisasi enam komoditas perkebunan.

“Siapa yang suka kopi silakan usul. Ada 99.000 hektare target tanam tiga tahun,” kata Suwandi dalam Peringatan International Coffee Day di Auditorium Gedung Kementan, Jakarta, Kamis (1/10).

Menurut dia, program tersebut juga terbuka bagi pemilik kebun kopi yang sudah tidak terawat maupun lahan kosong yang berpotensi dikembangkan menjadi areal tanaman kopi.

Suwandi menyebut, Kementan saat ini mendorong peningkatan produksi kopi sekaligus hilirisasi agar komoditas tersebut memberikan nilai tambah lebih besar. Selain kopi, program hilirisasi perkebunan tersebut juga mencakup tebu, kakao, kelapa, lada, dan mete.

“Khusus kopi saja, karena ini forum kopi. Yang lainnya ada, tebu, kakao, kelapa favorit, lada, mete,” ujarnya.

Suwandi menambahkan, pengembangan kopi juga diarahkan untuk memperkuat ekspor. Saat ini nilai ekspor kopi Indonesia disebut mencapai sekitar Rp26 triliun per tahun.

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Heru Tri Widarto mengatakan, Kementan tahun ini menjalankan program peremajaan dan perluasan kopi seluas 85.900 hektare. Program tersebut akan kembali diperluas pada tahun depan dengan target hampir 100.000 hektare.

“Tentu kita ingin industri kita tetap tumbuh. Pemerintah juga sekarang perhatiannya luar biasa. Industri itu ditumbuhkan kembali dengan perbaikan di hulu,” kata Heru.

Menurut Heru, peremajaan tanaman tua menjadi salah satu kunci meningkatkan produksi kopi. Tanaman-tanaman tua akan diganti sehingga produktivitas kebun dapat meningkat.

Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyiapkan sekitar 85,9 juta batang benih kopi tahun ini dan sekitar 100 juta batang pada tahun depan. Benih tersebut diperuntukkan bagi petani yang melakukan peremajaan maupun perluasan tanaman.

Di sisi hilir, pemerintah juga mendorong perbaikan pengolahan kopi agar menghasilkan produk berkualitas untuk memenuhi kebutuhan ekspor maupun pasar dalam negeri.

Heru mengatakan, peningkatan konsumsi kopi di Indonesia juga menjadi peluang bagi industri kopi nasional. Dengan keterhubungan antara hulu, pengolahan, dan pasar, industri kopi diharapkan semakin berkembang dan memberikan dampak bagi kesejahteraan petani.

“Kita lihat sekarang di Indonesia sendiri pun konsumsi kopi makin meningkat,” ujarnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini