Kunjungi Pasar Cipinang, Ketua Komisi IV Pastikan Stok Beras Aman dan Harga Terjangkau

0
Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto
Anggota Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto meninjau stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Jumat (2/10).

Komisi IV DPR RI memastikan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tersedia dalam jumlah banyak. Dari hasil berkeliling dan melihat langsung beras di sejumlah kios, ia juga tidak menemukan beras yang berkutu.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto yang memimpin kunjungan tersebut mengatakan, kunjungan kerja Komisi IV ke PIBC dilakukan untuk memastikan stok beras tersedia dan aman, serta harganya tetap terjangkau masyarakat.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa stok berasnya cukup, ada, aman, dan harganya juga stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” ujar Titiek saat ditemui di PIBC, Jakarta, Timur, Jumat (2/10).

Berdasarkan hasil peninjauan, stok beras di sejumlah kios berjalan lancar. Pemilik kios yang ditemui menyebut pasokan beras antara lain berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Titiek juga melihat stok yang tersimpan di gudang masing-masing kios cukup banyak.

“Di belakang nih gudangnya setiap kios-kios punya stok yang banyak dan yang penting perputarannya adalah bagus,” katanya.

Selain ketersediaan stok, Titiek turut melihat kualitas beras yang dijual. Dia mengatakan tidak menemukan beras berkutu selama berkeliling di area pasar.

“Tadi dari kita keliling nggak ada tuh beras berkutu, semuanya baik. Walaupun sesuai dengan kualitasnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut Titiek, beras yang tersedia memiliki kualitas dan harga yang berbeda sesuai jenisnya. Konsumen dapat memilih beras berdasarkan kebutuhan dan kemampuan membeli.

“Jadi ada harga ada barang kata orang,” katanya.

Titiek juga mengatakan kondisi stok dan perputaran beras di PIBC menunjukkan pasar mampu menyerap pasokan dari pasar induk. Menurutnya, ketika pasar membeli beras dalam jumlah banyak, hal itu menunjukkan adanya permintaan dari konsumen.

“Kalau pasar beli banyak kan berarti yang beli konsumennya juga banyak,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek juga menekankan pentingnya memastikan distribusi beras berjalan efektif dan efisien. Menurutnya, ketersediaan stok tidak cukup jika distribusi dari produsen maupun Bulog ke pasar hingga pengecer tidak berjalan dengan baik.

“Bagaimana kita memastikan beras ini didistribusikan dari produsen dan juga dari Bulog ke pasar itu secara efektif dan efisien. Dan dari situ disalurkan lagi ke pengecer-pengecer dan juga nanti sampai ke masyarakat, konsumen dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Titiek menyebut saat ini beras yang tersedia berasal dari produksi dalam negeri dan tidak lagi mengandalkan impor. Dia mengaitkan kondisi tersebut dengan peningkatan produksi beras dan harapan terhadap kesejahteraan petani.

“Yang penting kita nih nggak impor lagi. Semuanya sudah diproduksi dalam negeri,”  katanya.

Adapun stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini mencapai 4,8 juta ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu penopang untuk memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi.

Hadir mendampingi Ketua Komisi IV,  Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pangan Nasional (Bapanas), Ito Hediarto,  Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, Hermawan, dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini