Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka peluang pendanaan riset untuk komoditas kakao tahun ini. Riset yang didanai diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi perkebunan, keberlanjutan, serta mendorong penciptaan produk dan pasar baru.
Plt Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi BPDP, Arfie Thahar, mengatakan program riset merupakan salah satu bentuk dukungan BPDP terhadap pengembangan tiga komoditas perkebunan yang menjadi mandat lembaga tersebut, yakni kelapa sawit, kakao, dan kelapa.
Menurutnya, BPDP dapat menerima langsung proposal riset dari para pemangku kepentingan. Proposal tersebut kemudian diseleksi untuk menentukan riset yang akan mendapatkan pendanaan.
“Dalam rangka untuk menghasilkan satu inovasi produk teknologi hingga siap ke tahap komersial, BPDP dapat langsung menerima usulan dari stakeholders. Nanti akan ada proses penyeleksian untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan dana program tersebut,” ujar Arfie di Jakarta, Kamis (10/9).
Ia menjelaskan, riset yang didanai BPDP mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan produktivitas dan efisiensi di perkebunan, peningkatan aspek keberlanjutan, hingga penciptaan produk atau pasar baru.
“Bagaimana upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas maupun efisiensi yang ada di perkebunan, bagaimana meningkatkan aspek sustainability, kemudian mendorong atau menciptakan produk atau pasar baru, serta untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Arfie.
Kakao
Arfie menyebut proposal riset yang dibuka BPDP tahun ini juga mencakup komoditas kakao. Ia mengatakan BPDP telah menerima sekitar 500 usulan riset yang saat ini masih dalam proses seleksi untuk menentukan riset yang akan didanai.
Program pendanaan riset BPDP telah berjalan sejak 2015. Hingga saat ini, sekitar 109 lembaga telah terlibat dalam program tersebut, dengan lebih dari 400 riset yang telah dikerjakan.
Di sisi lain, Arfie menjelaskan dukungan BPDP terhadap komoditas perkebunan tidak hanya dilakukan melalui sektor hulu. BPDP juga memiliki program di sektor hilir yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas.
“Bagaimana kita bisa meningkatkan nilai tambah dan daya saingnya sehingga nanti bisa memperluas pasar dan seterusnya,” ujarnya.
Selain riset, BPDP menjalankan sejumlah program pendanaan yang mencakup peremajaan perkebunan, bantuan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, promosi, serta hilirisasi.
Dalam pelaksanaan program di sektor hulu, BPDP berkolaborasi Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Sementara untuk program riset, promosi, hilirisasi, dan kegiatan yang berkaitan dengan akses pasar, BPDP dapat menerima usulan secara langsung dari para pemangku kepentingan.






























