Amran Pastikan Stok Pangan Aman Meski Ada Ancaman El Nino

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers terkait ketersediaan stok pangan di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman meskipun ada potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.

Amran mengatakan pemerintah telah memiliki pengalaman menghadapi El Nino yang lebih kuat pada 2023. Saat itu, rencana impor beras yang semula mencapai 10 juta ton berhasil ditekan menjadi sekitar 3 juta ton.

“El Nino kita hadapi yang paling dahsyat 2023, alhamdulillah kita bisa lolos. Dari rencana impor waktu itu 10 juta, kami 2 bulan, alhamdulillah kita bisa redam hanya 3 juta lebih,” ujar Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3).

Ia menyebutkan saat ini stok pangan nasional mencapai sekitar 3,76 juta ton. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah untuk periode bulan Maret dan diperkirakan dapat meningkat hingga minimal 5 juta ton dalam dua bulan ke depan.

“Insyaallah tahun ini mudah-mudahan tidak ada aral melintang, stok kita aman sampai kurang lebih 10 bulan, hampir 11 bulan, atau 324 hari bertahan. Dan tiap bulan kita produksi 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Itu range-nya. Jadi sedangkan kebutuhan kita adalah 2,5 juta ton per bulan. Jadi pangan aman,” tegasnya.

Menanggapi potensi kekeringan yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Amran menyatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya melalui program pompanisasi yang dapat menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan tadah hujan.

“Di lapangan sudah siap pompanisasi 1,2 juta hektare. Pompa coverage-nya bisa menjangkau pompa kita 1,2 juta hektare yang tadah hujan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi untuk 1 juta hektare lahan pada musim kemarau, serta melakukan rehabilitasi irigasi di sekitar 1 juta hektare lahan pertanian.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai sarana produksi pertanian seperti bibit unggul yang tahan kekeringan dan salinitas, pupuk, serta alat dan mesin pertanian untuk mendukung produksi pangan.

“Jadi infrastruktur sudah siap. Ibaratkan jauh sebelumnya kita sudah siapkan payung karena kita tahu bahwa akan terjadi hujan,” katanya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Amran optimistis Indonesia mampu menghadapi potensi El Nino sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. “Persiapan kita jauh lebih matang dibanding sebelumnya, sehingga tidak perlu risau,” ujarnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini